KH. Dja’far Sabran lahirk di Paliwara, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tahun 1324/1920. Ayahnya bernama H. Saberan bin H. Sanu dan ibunya bernama Hj. Rahmah binti H. Sa’dullah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi Biografi KH. Dja’far Sabran
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru
2.3 Mengajar dan Merintis Perguruan Islam Putri
3. Penerus
3.1 Penerus Beliau
4. Karier
4.1 Karier Beliau
5. Karya
6. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
KH. Dja’far Sabran lahirk di Paliwara, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tahun 1324/1920. Ayahnya bernama H. Saberan bin H. Sanu dan ibunya bernama Hj. Rahmah binti H. Sa’dullah. Ia merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Saudaranya yang lain adalah yaitu (1) H. Anwar Sabran, (2) H. Ali Sabran, (3) Hj. Aliyah Sabran, (4) Abu Bakar Sabran, (5) Umar Sabran, (6) Hj. Sarah Sabran, dan (7) H. Muhdar Sabran.
1.2 Keluarga
KH. Dja'far Sabran menikah dengan Hj. Arfah (tahun 1939) dikaruniai enam anak, dua orang laki-laki dan empat orang perempuan, yaitu:
- Hj. Partiyah (Guru SDN),
- Mawardi,
- Drs. H. Farid Wajidi, M.Pd. (pernah menjadi Kepala Kanwil Depag Provinsi Kalimantan Timur),
- Dra. Hj. Siti faridah (Guru MAN Samarinda),
- Dra. Hj. Siti Aminah, M.Ag (Guru MAN Samarinda) dan
- Hj. Siti Fatimah.
Di antara anak-anaknya ini, tampaknya yang paling menonjol dan dapat meneruskan figurnya adalah Drs. Farid Wajidy, M.Pd.
1.3 Wafat
Dja’far Sabran wafat di Samarinda pada tanggal 2 Juni 1990 dalam usia kurang lebih 70 tahun. Ia dimakamkan di samping Mesjid Raya Darussalam di tengah kota Samarinda.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Riwayat pendidikan KH. Dja’far dimulai dari tahun 1927. Pada usia tujuh tahun ia sempat mengenyam pendidikan formal selama setahun di Vervolkschool (1927). Di sekolah ini ia dibimbing oleh gurunya yang bernama Muhammad Nashir. Kemudian pada tahun 1931-1939, ia meneruskan studinya di Arabische school (Sekolah Arab) yang didirikan oleh Tuan Guru Muallim Abdurrasyid (w. 1934). Arabische School kemudian berubah nama menjadi Madrasatur Rasyidiyah. Pimpinannya juga berganti. Tuan Guru Abdurrasyid pindah ke Kandangan dan digantikan oleh H. Juhri Sulaiman.
Pada masa kepemimpinan Juhri Sulaiman inilah Dja’far Sabran menempuh pendidikan di madrasah ini hingga selesai (1939). Para tenaga pengajar Madrasatur Rasyidiyah pada saat Dja’far Sabran belajar di sini adalah Juhri Sulaiman (Kepala Sekolah), Ahmad Mansur (Sungai Karias), H. Muhammad Arsyad (qari dari Tangga Ulin), H. Asy’ari (Tangga Ulin), H. Achmad Dahlan (Lok Bangkai), H. Abdul Wahab Sya’rani (Palimbangan), H. Muslim
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

