Juwairiyah binti Harits merupkan salah satu istri Rasulullah SAW yang mulia. Beliau adalah pemuka kaum Bani Musthaliq yang memiliki nama asli Burrah binti Harits bin Abu Dhirah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi Biograf Sayyidah Juwairiyah binti Harits bin Abu Dhirar
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Wafat
2. Kisah-kisah
2.1 Berada dalam Tawanan dan Menikah dengan Rasulullah SAW
2.2 Berada di Rumah Rasulullah SAW
3. Referensi
Juwairiyah binti Harits merupkan salah satu istri Rasulullah SAW yang mulia. Beliau adalah pemuka kaum Bani Musthaliq yang memiliki nama asli Burrah binti Harits bin Abu Dhirah.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Juwairiyah dilahirkan empat belas tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Semula namanya adalah Burrah, yang kemudian diganti menjadi Juwairiyah.
1.2 Nasab
- Juwairiyah binti
- Al-Harits bin
- Abi Dhiraar bin
- Habib bin
- Aid bin
- Malik bin
- Judzaimah bin
- Musthaliq bin
- Khuzaah.
1.3 Wafat
Juwairiyah wafat pada masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, pada usianya yang keenam puluh. Dia dikuburkan di Baqi’, bersebelahan dengan kuburan istri-istri Rasulullah yang lain.
2. Kisah-kisah
2.1 Berada dalam Tawanan dan Menikah dengan Rasulullah SAW
Ayahnya, al-Harits, adalah pemimpin kaumnya yang masih musyrik dan menyembah berhala sehingga Juwairiyah dibesarkan dalam kondisi keluarga seperti itu. Tentunya dia memiliki sifat dan kehormatan sebagai keluarga seorang pemimpin. Dia adalah gadis cantik yang paling luas ilrnunya dan paling baik budi pekertinya di antara kaumnya.
Di bawah komando al-Harits bin Abi Dhiraar, orang-orang munaflk berniat menghancurkan kaum muslimin. Al-Harits sudah mengetahui kekalahan orang-orang Quraisy yang berturut-turut oleh kaum muslimin. Al-Harits beranggapan, jika pasukannya berhasil mengalahkan kaum muslimin, mereka dapat menjadi penguasa suku-suku Arab setelah kekuasaan bangsa Quraisy. Al-Harits menghasut pengikutnya untuk memerangi Rasulullah dan kaum muslimin. Akan tetapi, kabar tentang persiapan penyerangan tersebut terdengar oleh Rasulullah, sehingga beliau berinisiatif untuk mendahului menyerang mereka. Dalam penyerangan tersebut, Aisyah RA turut bersama Rasulullah, yang kemudian meriwayatkan pertemuan Rasulullah dengan Juwairah setelah dia menjadi tawanan. Perang antara pasukan kaum muslimin dengan Bani-Musthaliq pun pecah, dan akhirnya dimenangkan oleh pasukan muslim. Pemimpin. mereka, al-Harist, melarikan diri, dan putriinya, Juwairah, tertawan di tangan Tsabit bin Qais al-Anshari. Juwairiyah mendatangi
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

