Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sayyidah Shafiyyah binti Huyay
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sayyidah Shafiyyah binti Huyay

wafat 0670 M · 4.815 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Shafiyah binti Huyay adalah salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang berasal dari suku Bani Nadhir. Dan ayahnya merupakan kepala suku Bani Nadhir.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sayyidah Shafiyyah binti Huyay

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir
1.2       Nasab
1.3       Wafat

2.         Kisah-kisah
2.1       Masa Kecil
2.2       Pernikahan
2.3       Penaklukan Khaibar dan Penawanannya
2.4       Menjadi Ummul Mukminin

3.         Referensi

Shafiyyah binti Huyay adalah salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang berasal dari suku Bani Nadhir. Dan ayahnya merupakan kepala suku Bani Nadhir.

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir

Shafiyyah binti Huyay lahir pada 11 tahun sebelum hijrah atau 2 tahun setelah kenabian Rasulullah SAW.

1.2       Nasab

  1. Shafiyyah binti
  2. Huyay bin
  3. Akhtab bin
  4. Sa’yah bin
  5. Amir bin
  6. Ubaid bin
  7. Kaab bin
  8. Al-Khazraj bin
  9. Habib bin
  10. Nadhir bin
  11. Al-Kham bin
  12. Yakhurn dari keturunan Harun bin
  13. Imran.

Ibunya bernama Barrah binti Samaual darin Bani Quraizhah. Shafiyyah dilahirkan sebelas tahun sebelum hijrah, atau dua tahun setelah masa kenabian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Ayahnya adalah seorang pemimpin Bani Nadhir.

1.3       Wafat

Shafiyyah binti Huyay wafat pada masa kekhalifahan Mu’awwiyah bin Abi Sufyan sekitar tahun 50 H. Marwan bin Hakam menshalatinya, dan kemudian menguburkannya di Baqi’.

2.         Kisah-kisah
2.1       Masa Kecil

Sejak kecil dia menyukai ilmu pengetahuan dan rajin mempelajari sejarah dan kepercayaan bangsanya. Dari kitab suci Taurat dia membaca bahwa akan datang seorang Nabi dari jazirah Arab yang akan menjadi penutup semua Nabi. Pikirannya tercurah pada masalah kenabian tersebut, terutama setelah Muhammad SAW muncul di Mekkah dia sangat heran ketika kaumnya tidak mempercayai berita besar tersebut, padahal sudah jelas tertulis di dalarn kitab mereka. Demikian juga ayahnya, Huyay bin Akhtab, yang sangat gigih menyulut permusuhan terhadap kaum muslimin.

Sifat dusta, tipu muslihat, dan pengecut ayahnya sudah tampak di mata Shafiyyah dalam banyak peristiwa. Di antara yang menjadi perhatian Shafiyyah adalah sikap Huyay terhadap kaumnya sendiri, Yahudi Bani Quraizhah. Ketika itu, Huyay berjanji untuk mendukung dan memberikan pertolongan kepada mereka jika mereka melepaskan perjanjian tidak rnengkhianati kaurn muslimin (Perjanjian Hudaibiyah). Akan tetapi, ketika kaum Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut, Huyay melepaskan tanggung jawab dan tidak menghiraukan mereka lagi. Hal lain adalah sikapnya terhadap orang-orang Quraisy Mekah. Huyay pergi ke Mekah untuk rnenghasut kaum Quraisy agar memerangi kaum muslimin, dan mereka menyuruhnya mengakui bahwa agama mereka (Quraisy) lebih mulia daripada agama Muhammad, dan tuhan mereka lebih baik daripada tuhan Muhammad.

2.2       Pernikahan

Sayyidah Shafiyyah bin Huyay RA telah dua kali menikah sebelurn dengan Rasulullah. Suami pertamanya bernama Salam bin Musykam, salah seorang p

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+