Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sayyidah Maimunah binti Harits
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sayyidah Maimunah binti Harits

4.647 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Maimunah adalah saudari dari Ummu Fadhi istri Abbas dan bibi dari Khalid bin Walid juga bibi dari Ibnu Abbas. Beliau merupakan istri Nabi Muhammad SAW dan termasuk dari ibu para Mukminin.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sayyidah Maimunah binti Harits

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir
1.2       Nasab
1.3       Wafat

2.         Kisah-kisah
2.1       Masa Pertumbuhan dan Pernikahan
2.2       Kekokohan Iman
2.3       Mimpi Menjadi Kenyataan

3.         Referensi

Maimunah adalah saudari dari Ummu Fadhi istri Abbas dan bibi dari Khalid bin Walid juga bibi dari Ibnu Abbas. Beliau merupakan istri Nabi Muhammad SAW dan termasuk dari ibu para Mukminin.

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir

Sayyidah Maimunah lahir pada enam tahun sebelum masa kenabian, sehingga ia mengetahui saat orang-orang hijrah ke Madinah.

1.2       Nasab

  1. Mairmnah binti
  2. Al-Harits bin
  3. Hazm bin
  4. Bujair bin
  5. Hazm bin
  6. Rabiah bin
  7. Abdullah bin
  8. Hilal bin
  9. Amir bin
  10. Sha’shaah.

Ibunya bernama Hindun binti Aus bin Zubai bin Harits bin Hamathah bin Jarsy.

1.3       Wafat

Pada masa pemerintahan Khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bertepatan dengan perjalanan kembali dari haji, di suatu tempat dekat Saraf, Maimunah merasa ajalnya menjelang tiba. Ketika itu dia berusia delapan puluh tahun, bertepatan dengan tahun ke-61 hijriah. Dia dimakamkan di tempat itu juga sebagaimana wasiat yang dia sampaikan. Menurut sebagian riwayat, dia adalah istri Nabi yang terakhir meninggal.

2.         Kisah-kisah
2.1       Masa Pertumbuhan dan Pernikahan

Dalam keluarganya, Maimunah termasuk dalam tiga bersaudara yang memeluk Islam. Ibnu Abbas meriwayatkan dari Rasulullah, “Al-Mu’minah adalah tiga bersaudara, yaitu Maimunah, Ummu-Fadhal, dan Asma’.” Maimunah dilahirkan enam tahun sebelum masa kenabian, sehingga dia mengetahui saat-saat orang-orang hijrah ke Madinah. Dia banyak terpengaruh oleh peristiwa hijrah tersebut, dan juga banyak dipengaruhi kakak perempuannya, Ummul-Fadhal, yang telah lebih dahulu memeluk Islam, namun dia menyembunyikan keislamannya karena merasa bahwa lingkungannya tidak mendukung.

Tentang suaminya, banyak riwayat yang memperselisihkannya, namun ada juga kesepakatan mereka tentang asal-usul suaminya yang berasal dan keluarga Abdul-Uzza (Abu Lahab). Sebagian besar riwayat mengatakan bahwa nama suaminya adalah Abu Rahm bin Abdul-Uzza, seorang muysrik yang mati dalam keadaan syirik. Suaminya meninggalkan Maimunah sebagai janda pada usia 26 tahun.

2.2       Kekokohan Imam

Setelah suaminya meninggal, dengan leluasa Maimunah dapat menyatakan keimanan dan kecintaannya kepada Rasulullah. Sehingga dengan suka rela dia menyerahkan dirinya kepada Rasulullah untuk dinikahi sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hisyam dalam A1-Ishabah-nya Ibnu Hajar dari referensi az-Zuhri.

Tentang penyerahan Maimunah kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. ini telah dinyatakan dalam Al-Qur’an surat al-Ahzab:50. Maimunah tinggal bersama saudara perempuannya, Ummul Fadhal, istri Abbas bin Abdul Muththalib. Suatu ketika, kepada ka

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+