Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Muhammad bin Al-Hanafiyyah
✓ Terverifikasi Tim Riset

Muhammad bin Al-Hanafiyyah

wafat 0700 M · 4.433 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Muhammad ibn al-Hanafiyyah lahir di akhir masa khilafah ash-Shiddiq (Abu Bakar) RA. Ia tumbuh dan terdidik di bawah perawatan ayahnya, Ali bin Abi Thalib, ia lulus di bawah didikannya.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Muhammad bin Al-Hanafiyyah

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2.         Pendidikan
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru

3.         Kisah-kisah
3.1       Memikul Beban Pertempuran
3.2       Pasca Kematian Ayahnya
3.3       Kepemimpinan Abdul Malik ibn Marwan

4.         Chart Silsilah
4.1       Chart Silsilah Sanad

5.         Referensi

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir

Muhammad ibn al-Hanafiyyah lahir di akhir masa khalafah ash-Shiddiq (Abu Bakar) RA. Ia tumbuh dan terdidik di bawah perawatan ayahnya, Ali bin Abi Thalib, ia lulus di bawah didikannya.

1.2       Wafat

Muhammad ibnu Al Hanafiyyah wafat pada tanggal 1 Muharram 81 hijriyah atau sekitar 25 Februari 700 masehi di Madinah.

2.         Pendidikan
2.1       Masa Menuntut Ilmu

Muhammad Ibn al-Hanafiah sejak kecil menimba ilmu langsung dari ayahnya Ali bin Abi Thalib. Beliau belajar ibadah dan kezuhudan dari ayahya, sehingga mewarisi kekuatan dan keberaniannya menerima kefasihan dan balaghoh darinya. Hingga ia menjadi pahlawan perang di medan pertempuran singa mimbar di perkumpulan manusia seorang ahli ibadah malam (Ruhbaanullail) apabila kegelapan telah menutup tirainya ke atas alam dan saat mata-mata tertidur lelap.

2.2       Guru

  1. Ali bin Abi Thalib (Ayah)

3.         Kisah-kisah
3.1       Memikul Beban Pertempuran

Ayahnya telah mengutusnya ke dalam pertempuran-pertempuran yang ia ikuti. Dan ia (Ali) telah memikulkan di pudaknya beban-beban pertempuran yang tidak ia pikulkan kepada kedua saudaranya yang lain al-Hasan dan al-Husain. Ia pun tidak terkalahkan dan tidak pernah melemah keteguhannya.

Pada suatu ketika pernah dikatakan kepadanya, “Mengapakah ayahmu menjerumuskanmu ke dalam kebinasaan dan membebankanmu apa yang kamu tidak mampu memikulnya dalam tempat-tempat yang sempit tanpa kedua saudaramu al-Hasan dan al-Husain?”

Ia menjawab, “Yang demikian itu karena kedua saudaraku menempati kedudukan dua mata ayahku sedangkan aku menempati kedudukan dua tangannya sehingga ia (Ali) menjaga kedua matanya dengan kedua tangannya.”

Dalam perang “Shiffin” yang berkecamuk antara Ali ibn Abi Thalib dan Muawiyah ibn Abi Sufyan RA adalah Muhammad ibn al-Hanafiyyah membawa panji ayahnya.

Dan di saat roda peperangan berputar menggilas pasukan dari dua kelompok, terjadilah sebuah kisah yang ia riwayatkan sendiri. Ia menuturkan, “Sungguh aku telah melihat kami dalam perang “Shiffin”, kami bertemu dengan para sahabat Muawiya

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+