Abdullah bin Amru bin al-Ash beliau sahabat nabi, yang memiliki tugas mencatat hadis Karya beliau As-Shahifah as-Shadiqah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi
1. Riwayat Hidup
1.1 Latar Belakang
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
3. Ikut Masa Perang
3.1 Masa Ali bin Abi Thalib
4. Perawi Hadis
5. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Latar Belakang
Abdullah bin Amru bin Ash bin Wail bin Hasyim As-Sahmi. Ayahnya termasuk salah seorang kaya dari tokoh sahabat terkemuka. Ibunya bernama Raithah binti Hajjaj bin Munabbih As-Sahmiyyah.
1.2 Wafat
Abdullah bin Amr meninggal pada 684 di usia 68 tahun, saat sedang melaksanakan salat di musala rumahnya.
2. Perjalanan Memeluk Islam
Abdullah bin Amr didapatkannya dari Nabi Muhammad SAW setelah masuk Islam di usia 17 tahun. Setahun kemudian, ayahnya juga mengikuti. Setelah resmi menjadi Muslim, beliau fokus dalam beribadah dan memelajari Al Quran, hingga menjadi salah satu orang yang dekat dengan Rasululllah. Setiap kali wahyu diterima Nabi Muhammad SAW, Abdullah langsung menghafal dan memahaminya. dan pada tahun ke tujuh hijriah beliau berhijrah kepada Rasulullah di Madinah.
Tidak hanya itu, Rasulullah memerintahkan dan memperbolehkan Abdullah bin Amr bin As untuk menulis hadis tersebut. Beliau kemudian menuangkan kumpulan hadis tersebut ke dalam kitab As-Shahifah as-Shadiqah.
3 Ikut Masa Perang
3.1 Masa Ali bin Abi Thalib
Ketika Nabi Muhammad SAW wafat pada 632, berbagai gejolak mewarnai keseharian umat Muslim. Mulai dari kemunculan nabi palsu, banyaknya orang Islam yang murtad, hingga perang saudara. Salah satu perang saudara yang terjadi adalah Pertempuran Shiffin pada 657, yang melibatkan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah dari Bani Umayyah.
Saat perang tersebut meletus, Abdullah bin Amr berada di pihak Muawiyah karena mengikuti ayahnya. Hal ini sesuai pesan dari Nabi Muhammad SAW, agar ia selalu menaati ayahnya. Meski berada di pihak Muawiyah, Abdullah menolak mengangkat senjata karena tidak mau berperang melawan sesama Muslim.
4 Perawi Hadis
Beliau adalah salah satu sahabat pertama yang menulis Hadis, setelah mendapat izin dari Muhammad untuk melakukannya. Abu Hurairah pernah berkata bahwa Abdullah bin Amru lebih berpengetahuan darinya, tingkat hafalan hadisnyapun cukup banyak. Ibnu Atsir menyebutkan bahwa beliau hafal sekitar 1000 hadits.
Karya beliau As-Shahifah as-Shadiqah tetap ada di keluarganya dan digunakan oleh cucunya Amru bin Syuaib. Ahmad ibn Hanbal memasukkan seluruh karya Abdullah bin Amru dalam bukunya Musnad Ahmad ibn Hanbal yang sangat banyak sehingga menggantikan akan hilangnya As-Shahifah as-Sh
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

