Ammar bin Yasir merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan salah satu dari golongan sahabat yang masuk Islam atau yang disebut dengan Assabiqunal Awwalun.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Sahabat Ammar bin Yasir
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Keluarga
1.2 Wafat
2. Kisah-kisah
2.1 Cobaan Keluarga Ammar
2.2 Martabat yang Tinggi
2.3 Perang Shiffin
3. Teladan
3.1 Pemimpin yang Zuhud dan Rendah Hati
3.2 Dihina Tetapi Diam
4. Chart Silsilah
4.1 Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
Ammar bin Yasir merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan salah satu dari golongan sahabat yang masuk Islam atau yang disebut dengan Assabiqunal Awwalun.
1. Riwayat Hidup
1.1 lahir
Ammar bin Yasir lahir di Mekkah pada tahun 567 masehi. Beliau merupakan putra dari pasangan Yasir dan Sumayyah.
1.2 Keluarga
Yasir bin ‘Amir, ayahanda ‘Ammar, berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui salah seorang saudaranya. Rupanya ia berkenan dan cocok tinggal di Mekah. Bermukimlah ia disana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah Ibnul Mughirah. Abu Hudzaifah mengawinkan dengan salah seorang sahayanya bernama Sumayah binti Khayyath, dan dari perkawinan yang penuh berkah ini, dikarunia seorang putra bernama ‘Ammar.
1.3 Wafat
Ammar bin Yasir wafat pada saat perang Shiffiin tahun 37 hijriyah atau sekitar 657 masehi.
2. Kisah-kisah
2.1 Cobaan Keluarga Ammar
Keislaman mereka termasuk dalam golongan yang pertama, sebagaimana halnya dengan mereka yang pertama masuk Islam. Mereka cukup menderita dengan sikap kebiadaban dan kekejaman kaum Quraisy. Orang-orang Quraisy menjalankan siasat terhadap kaum muslimin sesuai suasana: seandainya mereka ini golongan bangaan dan berpengaruh, mereka hadapi dengan ancaman dan gertakan. Abu Jahal, misalnya, menggertak dengan ungkapan, “Kamu berani meninggalkan agama nenek moyangmu padahal mereka lebih baik daripadamu! Akan kami uji sampai dimana ketabahanmu; akan kami jatuhkan kehormatanmu; akan kami rusak perniagaanmu; dan akan kami musnahkan harta bendamu!” Setelah itu, mereka lancarkan kepadanya perang urat syaraf yang amat sengit. Sementara, sekiranya yang beriman itu dari kalangan penduduk Mekah yang rendah martabatnya dan yang miskin; atau dari golongan budak belian, mereka didera dan disulutnya dengan api bernyala.
Sahabat yang memeluk Islam dari sejak dini ini masuk Islam bersama ayah dan ibunya (Yasir dan Sumaiyah) yang akibatnya mereka sama-sama menderita berbagai cobaan dari suku mereka yaitu Mahzum. Ayahnya sempat meninggal dalam cobaan tersebut, sedangkan ibunya ditikam oleh Abu Jahal sehingga menemui ajalnya. Beliau pergi ke Abessinia, sekembalinya dari Abessinia dia ikut hijrah ke Madinah.
Keluarga Yasir telah ditakdirkan oleh Allah termasuk dalam golongan yang kedua ini. Maka, masuklah keluarga Yasir ke dalam kelompok yang mendapat perlakuan yang zalim dari mereka. Setiap hari, Yasir, Sumayyah, dan ‘Ammar dibawa ke padang pasir Mekah yang demikian panas, lalu didera dengan berbagai adzab dan siksa.
Dengan cobaan itu, Sumayyah telah menunjukan kepada manusia sikap ketabahan, suatu kemuliaan yang tak pernah hapus dan kehormatan yang pamornya tak pernah luntur; suatu sikap yang telah menjadikannya seorang bunda kandung bagi orang-orang mu’min disetiap zaman, dan bagi para budiman sepanjang masa.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

