Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sunan Kapasan ( Ki Ageng Kapasan)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sunan Kapasan ( Ki Ageng Kapasan)

5.986 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sunan Kapasan  adalah tokoh yang jarang disebutkan dalam berbagai babad dan cerita rakyat sebagai salah satu pelopor penyebaran Islam di Jawa. Sunan Kapasan  merupakan salah satu tokoh kunci proses Islamisasi di tanah jawa yang hidup pada jaman  Walisongo yang mampu menembus dinding kebesaran kerajaan Majapahit

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga Sunan Kapasan
1.3  Wafat

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan Sunan Kapasan

2.1  Guru-guru Sunan Kapasan

3.  Perjalanan Dakwah Sunan Kapasan

4.  Keteladanan Sunan Kapasan

5.  Referensi

 

1    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1   Lahir

Sunan Kapasan lahir di Campa (Kambodja). Beliau adalah sepupu dari Sunan Ampel ( Ali Rahmatullah) dan Ali Murtadho. Beliau terlahir dengan nama Abu Hurairah

1.2   Riwayat Keluarga Sunan Kapasan

Beliau dinikahkan dengan putrid seorang pengrajin kapas yang bernama Samirah

1.3   Nasab Sunan Kapasan

Sunan Kapasan adalah Putra dari Raja Campa Adik dari Ibu Sunan Ampel dan Raden Santri Ali Murtadho

1.4   Wafat

Sunan Kapasan dimakamkan di kompleks makam Sentono Agung Boto Putih di Jalan Pegirian. Kompleks makam ini merupakan kompleks makam sunan dan para bangsawan (adipati) di Surabaya. 

 

2    Sanad Ilmu dan Pendidikan Sunan Kapasan

2.1   Guru-guru Sunan Kapasan

  1. Syekh Ibrahim Asmoroqondi
  2. Sunan Ampel
     

3.   Perjalanan Dakwah Sunan Kapasan

Setelah hampir dua puluh tahun sudah Syekh Ibrahim  Asmoroqondi berada di tanah Campa. Dengan istri keduanya, ia dikaruniai dua orang putra yang diberi nama Ali Murtadlo dan Ali Rahmatullah. Pada sekitar tahun 1404 Sunan Kapasan ikut dengan rombongan Syekh Ibrahim  Asmoroqondi beserta kedua putranya meninggalkan bumi Campa menuju ke Jawa.
Mereka berlayar menggunakan perahu menyusuri pantai Sumatra hingga akhirnya mereka singgah di pelabuhan Palembang. Di Palembang rombongan kecil tersebut disambut oleh Adipati Arya Damar. Dia  sebenarnya  adalah  salah  satu  pangeran  dari  Majapahit  dan diangkat sebagai penguasa Palembang, yang menguasai wilayah bawahan Majapahit. 

Setelah bicara basa-basi cukup lama Syekh  Ibrahim    Asmoroqondi  mulai  berbincang-bincang  tentang keyakinan yaitu agama Hindu dan Islam dengan mendasari ilmu tasawuf, ilmu spiritual Islam yang memang banyak memiliki titik kesesuaian antara dua keyakinan  tersebut.  Hingga  akhirnya  adipati  Palembang  Arya  Damar tergerak hatinya untuk masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan Raden Arya Damar diberi nama baru Oleh Syekh Ibrahim Asmoroqondi menjadi Arya Abdillah yang bermakna Kesatria Abadi Tuhan.

Setelah tiga bulan berada di Palembang. Akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju ke tanah Jawa dengan menggunakan kapal. Karena kapal yang mereka tumpangi adalah kapal dagang maka mereka sempat singgah di beberapa pelabuhan antara lain :Banten, Bandar Sunda Kelapa, karawang, Cirebon, Semarang dan Jung Mara. Hingga akhirnya mereka sampai di pelabuhan Tuban yang tak kalah ramainya dengan pelabuhan Palembang.

Sejak  abad  ke-11  tuban  nampaknya  sudah  menjadi  pusat perdagangan internasonal, khusunya pada masa Airlangga. Dalam sebuah prasasti  yang  dikeluarkan  pada  masa  itu  disebutkan  bahwa  kerajaan Airlangga  memiliki  dua  pelabuhan  niaga  yaitu  Hujung  Galuh  dan Kambangputih. Dalam prasasti tersebut disebutkan orang-orang asing yang berdagang yaitu

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+