Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Magelung ( Pangeran Karangkendal )
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Magelung ( Pangeran Karangkendal )

16.896 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Magelung adalah tokoh yang jarang disebutkan dalam berbagai babad dan cerita rakyat sebagai salah satu pelopor penyebaran Islam di Jawa. Beliau juga berdakwah bersama para ulama-ulama lain yang  mempunyai modal tersendiri untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga Syekh Magelung
1.3  Wafat

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan Syekh Magelung

2.1  Guru Syekh Magelung

3.  Perjalanan Dakwah Syekh Magelung

4.  Keteladanan Syekh Magelung

5.  Referensi

 

1     Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1    Lahir

Syekh Magelung Sakti atau Syarif Syam atau Pangeran Soka atau Pangeran Karangkendal. Konon Syekh Magelung Sakti berasal dari negeri Syam (Syria), hingga kemudian dikenal sebagai Syarif Syam. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa beliau berasal dari negeri Yaman.

1.2    Riwayat Keluarga Syekh Magelung 

Beliau menikah dengan Nyi Mas Gandasari

1.3    Wafat

Syekh Magelung  dimakamkan di Karangkendal 
 

2     Sanad Ilmu dan Pendidikan Syekh Magelung

Beliau dibimbing Oleh Sunan Gunung Jati

2.1    Guru Syekh Magelung

  1. Sunan Gunung Jati.
     

3.    Perjalanan Dakwah Syekh Magelung

Syekh Magelung Sakti atau Syarif Syam atau Pangeran Soka atau Pangeran Karangkendal. Konon Syekh Magelung berasal dari negeri Syam (Syria), hingga kemudian dikenal sebagai Syarif Syam. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa beliau berasal dari negeri Yaman.

Syarif Syam memiliki rambut yang sangat panjang, rambutnya sendiri panjangnya hingga menyentuh tanah, oleh karenanya beliau lebih sering mengikat rambutnya (gelung). Sehingga kemudian beliau lebih dikenal sebagai Syekh Magelung (Syekh dengan rambut yang tergelung).

Mengapa beliau memiliki rambut yang sangat panjang, karena rambutnya tidak bisa dipotong dengan apapun dan oleh siapapun. Karenanya, kemudian beliau berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari siapa yang sanggup untuk memotong rambut panjangnya itu. Jika beliau berhasil menemukannya, orang tersebut akan diangkat sebagai gurunya. Hingga akhirnya beliau tiba di Tanah Jawa, tepatnya di Cirebon.

Pada sekitar abad XV di Karangkendal hidup seorang yang bernama Ki Tarsiman atau Ki Krayunan atau Ki Gede Karangkendal, bahkan disebut pula dengan julukan Buyut Selawe, karena mempunyai 25 anak dari istrinya bernama Nyi Sekar. Diduga, mereka itulah orang tua angkat Syarif Syam di Cirebon.

Konon, Syarif Syam datang di pantai utara Cirebon mencari seorang guru seperti yang pernah ditunjukkan dalam tabirnya, yaitu salah seorang waliyullah di Cirebon. Dan di sinilah beliau bertemu dengan seorang tua yang sanggup dengan mudahnya memotong rambut panjangnya itu. Orang itu tak lain adalah Sunan Gunung Jati. Syarif Syam pun dengan gembira kemudian menjadi murid dari Sunan Gunung Jati, dan namanya pun berubah menjadi Pangeran Soka (asal kata suka). Tempat dimana rambut Syarif Syam berhasil dipotong kemudian diberi nama Karanggetas.

Setelah berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, Syarif Syam atau Syekh Magelung Sakti diberi tugas mengembangkan ajaran Islam di wilayah utara. Beliau pun kemudian tinggal di Karangkendal, Kapetakan, sekitar 19 km sebelah utara Cirebon, hingga kemudian beliau lebih dikenal sebagai Pangeran Karangkendal.

Sesuai cerita yang berkembang di tengah masyarakat atau orang-orang tua tempo dulu, pada masa lalu Syekh Magelung Sakti menundukkan Ki Gede Tersana dari Kertasemaya, Indramayu, sehingga anak buah Ki Tarsana tersebut yang berupa makhluk halus pun turut takluk. Namun, makh

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+