Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari lahir pada tahun 612M. Zaid bin Tsabit merupakan keturunan Bani Khazraj, yang mulai tinggal bersama Nabi Muhammad ketika ia hijrah ke Madinah. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah dapat menghafal 11 surah Alquran.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Sahabat Zaid bin Tsabit
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Penerus
2. Sekilas Perjalanan Zaid bin Tsabit
3. Karya dan Jasa
3.1 Penghimpunan Ayat Al-Quran
3.2 Periwayatan Hadis
4. Teladan
4.1 Penulis Wahyu dan Surat-surat Nabi
4.2 Bendahara Baitul Mall dan pejabat sementara Khalifah
5. Chart Silsilah
5.1 Chart Silsilah Sanad Guru
5.2 Chart Silsilah Sanad Murid
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari lahir pada tahun 612M. Zaid bin Tsabit merupakan keturunan Bani Khazraj, yang mulai tinggal bersama Nabi Muhammad ketika ia hijrah ke Madinah. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah dapat menghafal 11 surah Alquran.
1.2 Wafat
Zaid bin Tsabit wafat tahun 637M atau 15 H.
1.3 Penerus
- Putranya, Kharijah bin Zaid, menjadi seorang tabi'in besar dan salah satu di antara tujuh ulama fiqih Madinah pada masanya.
- Sulaiman bin Yasar
- Said bin Musayab
- Urwah bin Zubair
- Aamir bin Syurahbil
- Abu Zinaad
2. Sekilas Perjalanan Zaid bin Tsabit
Ketika itu kaum muslimin sedang sibuk menyiapkan angkatan perang untuk menghadapi perang Badar. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam tengah melakukan pemeriksaan terakhir terhadap tentara muslimin yang pertama-tama dibentuk, dan segera akan diberangkatkan di medan jihad di bawah komando beliau. Ketika Rasulullah sedang sibuk-sibuknya, tiba-tiba seorang anak laki-laki berusia kurang dari tiga belas tahun datang menghadap beliau.
Anak itu kelihatan cerdas, terampil, cermat, dan teliti. Di tangannya tergenggam sebuah pedang yang panjangnya melebihi tinggi badannya. Dia berjalan tanpa ragu-ragu dan tanpa takut melewati barisan demi barisan menuju Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Begitu berada di depan Rasulullah, dia berkata, "Saya bersedia mati untuk Anda, wahai Rasulullah, izinkanlah saya pergi iihad bersama anda, memerangi musuh-musuh Allah dibawah panji-panji Anda."
Rasulullah menengok anak itu dengan pandangan gembira dan takjub. Beliau menepuk-nepuk pundak anak itu tanda kasih dan simpati. Tetapi beliau menolak permintaan anak itu, karena usianya yang sangat muda. Anak itu pulang kembali membawa pedangnya tergesek-gesek menyentuh tanah. Dia sedih dan kecewa, lantaran permintaannya untuk menyertai Rasulullah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

