Biografi Said bin Musayab

 
Biografi Said bin Musayab
Sumber Gambar: Foto istimewa

Laduni.ID, Jakarta - Said bin al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahb al-Makhzumi al-Quraisy adalah salah seorang ulama ahli hadits dan ahli fiqih dari Madinah, termasuk golongan tabi'in dan merupakan salah seorang dari Tujuh Fuqaha Madinah.

Baca juga: Biografi Ibn al-Muqri

Contents

Baca juga:  Biografi Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab

Riwayat Hidup

Lahir

Beliau dilahirkan pada tahun 15 H/636, dua tahun ketika khalifah Utsman menggantikan Abu Bakar Asshiddiq. Silsilahnya adalah Said bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahab bin Amru bin A’id bin Imran bin Makhzum Al-Qurasy Al-Mahzumi Al-Madani.

Keluarga

Said bermata-pencaharian sebagai sebagai penjual minyak, dan ia tidak pernah mau menerima berbagai pemberian. Beliau menikah dengan anak perempuan dari Abu Hurairah, karena kedudukannya di sisi Rasulullah dan memiliki kekayaan mengenai riwayat hadis, yang beliau ingin juga mengambilnya.

Wafat

Menurut Abdul Hakim bin Abdullah bin Abi Farwah, beliau wafat di Madinah pada umur 79 tahun pada tahun 94H atau tahun 715M, pada saat Khalifah Al Walid bin Abdul Malik memerintah.

Baca juga:  Biografi Kharijah bin Zaid bin Tsabit

Pendidikan

Sejak kecil beliau telah bernadzar untuk mencari ilmu. Beliau mendatangi rumah istri-istri Rasulullah untuk memperolah ilmu dan berguru pada Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Umar serta Abdullah bin Abbas. Beliau mendengar hadis dari Utsman, Ali, Suhaib, Urwah bin az-ZubairAamir bin SyurahbilSyekh Hasan Al Bashri dan para sahabat Nabi yang lainnya.

Penerus

  1. Ribab (Putrinya)
  2. Abdullah bin al-Wada'ah
  3. Nafi' Maula Abdullah bin Umar
  4. Hammad bin Abi Sulaiman
  5. Rabi'ah Ar-Ra'yi
  6. Abu Zinaad
  7. Muhammad bin Al Hasan

Baca juga:  Biografi Sulaiman bin Yasar Al-Hilali Al-Madani

Teladan

Hidup di Zaman Tiga Khalifah

Beliau menyaksikan sendiri bagaimana gaya kepemimpinan tiga khalifah yaitu Umar, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Dari mereka pulalah, Said mendapatkan banyak hadits.

Akhlak Beliau

Beliau berakhlak dengan akhlak mereka dan berperilaku seperti sahabat dan keluarga nabi Muhammad. Beliau selalu mengucapkan suatu kalimat yang menjadi slogannya setiap hari: “Tiada yang lebih menjadikan hamba berwibawa selain taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tiada yang lebih membuat hina seorang hamba dari bermaksiat kepada-Nya.”

Tekun Beribadah

Said dikenal sangat tekun beribadah, Imam Ahmad merawikan dari 'Imran al-Jauni bahwa "Sa'id bin al-Musayyib tidak pernah ketinggalan salat (berjamaah) dalam semua salatnya selama 40 tahun, dan tidak pula melihat tengkuk para jamaah (karena berada di shaf pertama), dan para jamaah juga tidak pernah mendapatinya keluar dari masjid (karena ia pulang paling terakhir)." Abu Sahal Utsman bin Hakim berkata, "Aku mendengar Sa'id bin al-Musayyib berkata, 'Sejak 30 tahun yang lalu, setiap kali mu'adzin mengumandangkan adzan, aku pasti sudah berada di masjid.'"

Rawiyatul Umar

Said adalah orang yang paling hapal atas berbagai hukum dan keputusan yang dikeluarkan oleh Khalifah Umar bin Khattab, sehingga mendapat julukan Rawiyatul Umar (periwayat Umar). Hadits mursal yang berasal dari Said bin al-Musayab dianggap hasan oleh Imam Syafi'i. Walau demikian, Imam Ahmad juga selainnya berkata, "Mursalat (kumpulan hadits mursal) yang diriwayatkannya adalah shahih kesemuanya."

Ulama Terpercaya

Said bin Musayyib adalah tokoh yang terkemuka di madinah pada masanya dan yang sangat dihormati dalam bidang fatwa. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah imam para ulama’ fiqih. Abu Tholib berkata, “Aku penah bertanya kepada imam ahmad bin hanbal, “Siapakah said bin Al-Musayyib? “Dia menjawab, “Siapa yang menandingi said bin Al-Musayyib? Dia adalah orang yang dapat dipercaya dan termasuk orang yang sholeh.

Aku bertanya lagi, “Apakah riwayat Said dari Umar bin Khattab dapat dijadikan hujjah? “Dia menjawab, “Dia adalah hujjah bagi kita, dia pernah melihat Umar bin Al-Khattab dan banyak mendengar hadits darinya. Kalaulah riwayat Said dari Umar tidak diterima, siapa lagi yang dapat diterima?”

Dari malik dia berkata, “sesungguhnya Al-Qosim bin Muhammad pernah ditanya seseorang tentang suatu permasalahan, lalu dia berkata, “Apakah anda telah bertanya pada orang selainku? “Orang itu menjawab, “Ya, sudah, aku bertanya kepada Urwah dan Said bin Al-Musayyib, “Lalu dia berkata, “Ikutilah pendapat Said bin Al-Musayyib karena dialah guru dan pembesar kami.”

Luas Wawasan Keilmuan

Dari Abu Ali bin Al-Husain, dia berkata, “Said bin Al-Musayyib adalah orang yang paling luas wawasan keilmuannya tentang hadits-hadits dan perkataan para sahabat di samping itu dia juga orang yang paling mumpuni pendapatnya.”

50 Tahun Shalat Shubuh dengan Wudhu Shalat Isya

Dari Abdul Mu’in bin Idris dari ayahnya, ia berkata,”Selama 50 tahun Said bin Musayyib melaksanakan sholat subuh dengan wudhu’ sholat isya’. Said bin Al-Musayyib berkata, “Aku tidak pernah ketinggalan takbir pertama dalam sholat selama lima tahun (sholat diawal waktu). Aku juga tidak pernah melihat punggung para jama’ah, karena aku selalu berada di barisan terdepan selama lima tahun itu.

Ahli Fikih

Sa’id bin Musayyib termasuk salah satu Al-Fuqahaa’u Sab’ah di Madinah, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qoyyim, mereka itu adalah: Sa’id bin Al-Musayyab, Urwah bin Az-Zubair, Al-Qasim bin Muhammad, Kharijah bin Zaid, Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al-Harits bin Hasyim, Sulaiman bin Yasaar, ‘Ubaidllah bin Abdullash bin ‘Utbah bin Mas’ud.

Qotadah berkata: Saya tidak menemukan seseorang yang lebih pandai dalam masalah halal dan haram dari sa’id bin musayyib.

Sulaiman bin Musa berkata: Said bin musayyib adalah salah satu tabi’in yang terfaqih.

Ali bin Al-Madani berkata: “Aku tidak menemukan para tabi’in yang lebih luas wawasannya dari Said bin Al-Musayyib. Menurutku, dia adalah tabi’in yang paling terhormat dan mulia.

Timba Harus Mendatangi Sumur

Said bin Musayab adalah ulama yang mengajar di masjid Nabawi Madinah al Munawarah yang berani menolak panggilan khalifah Abdul Malik bin Marwan untuk memberikan peringatan dan ajaran agama, namun meminta kepada khalifah untuk mendatanginya apabila berkebutuhan untuk memperoleh peringatan dan ajaran agama.

Baca juga:    Biografi Syekh Syibramalisi

Sumber:

  • Mereka adalah Para Tabi’in, 2009
  • Kisah Orang-orang Sabar
  • Mutiara Zuhud: 509 Nasihat dan Hikmah Pilihan dari Kitab az-Zuhd
  • Ensiklopedia Imam Syafi'i.
 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya