Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Islam Nusantara

Makna Filosofis di Balik Tradisi Lebaran Ketupat

27 Jun 2018 Β· 8.092 dibaca · Islam Nusantara

Laduni.ID, Jakarta - Masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa mengenal dua kali lebaran di bulan Syawal, yakni Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Ketupat. Jika Idul Fitri diperingati pada tanggal 1 Syawal setiap tahunnya, maka Lebaran Ketupat diperingati pada tanggal 8 Syawal atau satu minggu setelah Lebaran Idul Fitri.

Jika dilihat dari sejarahnya, sejumlah sumber menyebutkan tradisi Lebaran Ketupat sudah ada sejak zaman Walisongo. Adalah Sunan Kalijaga, salah satu bagian dari Walisongo, yang menyiarkan Agama Islam di tanah Jawa dengan mempopulerkan "Lebaran Kupat" atau yang dikenal juga sebagai Lebaran Ketupat.

Sunan Kalijaga saat itu membawa ajaran puasa enam hari di bulan Syawal yang memang diajarkan untuk umat muslim. Hal ini sebagaimana keterangan dalam sebuah Hadis, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ ثُمّ

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →