Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Syaikhu
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Syaikhu

lahir 1921 M · 15.891 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH Ahmad Syaikhu Ulama Nahdlatul Ulama Depok Jawa Barat

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pondok
3.2  Kiprah di NU

4.    Chart Silsilah Sanad
5.    Referensi

 

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Ahmad Syaikhu lahir pada Hari Selasa Wage, 29 Juni 1921 di daerah Ampel, Surabaya. Beliau merupakan putra bungsu dari dua bersaudara pasangan H. Abdul Chamid dan Ny Hj Fatimah.

Pada usianya menginjak dua tahun, beliau sudah yatim, ditinggal wafat oleh ayahnya. Sepeninggal ayahnya, KH. Ahmad Syaikhu hidup bersama kakaknya, Achmad Rifa'i, dan diasuh ibunya.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Ahmad Syaikhu menikah dengan Solichah, putri Mohamad Yasin, pada tanggal 5 Januari 1945. Sesudah berkeluarga, kemudian membuka home industry sepatu di rumahnya, dengan 15 orang karyawan.

1.3 Wafat
KH Ahmad Syaichu meninggal dunia pada 4 Januari 1995. Sesuai dengan wasiatnya, beliau dimakamkan di kompleks pesantren yang telah didirikannya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
KH. Ahmad Syaikhu memulai pendidikannya dengan belajar kepada KH. Said, guru mengaji bagi anak-anak di sekitar Masjid Ampel. Pada usia tujuh tahun beliau sudah mengkhatamkan Al-Qur'an 30 Juz. Selain belajar agama, beliau juga menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Mardi Oetomo, sebuah sekolah yang dikelola Muhammadiyah.

Tak lama belajar di sekolah ini, oleh H. Abdul Manan, ayah tirinya, beliau dipindahkan ke Madrasah Tashwirul Afkar, lembaga pendidikan ini didirikan KH. Abdul Wahab Chasbullah, KH. Mas Mansur, dan KH. Dahlan Ahyad. Madrasah ini kemudian dikenal sebagai cikal-bakal Nahdlatul Ulama (NU).

Sambil belajar, beliau kembali bekerja pada seorang tukang jahit kenamaan di Pacar Keling, Mohamad Yasin. Di Nahdlatul Wathan beliau dibimbing seorang guru yang kemudian sangat mempengaruhi perkembangannya yaitu KH. Abdullah Ubaid. Selain itu, beliau juga berguru kepada KH. Ghufron untuk belajar ilmu fiqih.

Tahun 1937, setamat dari Nahdlatul Wathan, Ibunya, Ny Fatimah yang sudah dua kali menjanda diperistri KH. Abdul Wahab Chasbullah. Di bawah bimbingan ayah tirinya itulah, Syaikhu berkembang menjadi pemuda yang menonjol. Kepemimpinannya mulai tumbuh.

Sekolah sambil bekerja seolah-olah menjadi pola hidup pemuda Syaikhu. Setamat dari Nahdlatul Wathan, ia kembali bekerja di bengkel Marina milik Angkatan Laut. Selama bekerja di bengkel itu, ia melakukan kegiatan dakwah di lingkungan kawan-kawan sekerja.

Setahun kemudian, 1938, KH. Abdul Wahab Chasbullah mengirimkan Syaikhu ke Pesantren Al-Hidayah, Lasem asuhan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+