14 Oct 2020 Β· 5.998 dibaca · Ringan Riuh
LADUNI.ID, Jakarta - Awal mula tahun 90, saya jadi ustadz yang diundang kajian ke sana kemari lewat sebuah lembaga dakwah bernama X. Di lembaga dakwah ini, saya dan banyak teman lain dipasang jadi ustadz.
Tiap pagi kita ngantor dulu, lalu satu persatu dijemput oleh panitia atau pengurus untuk mengisi kajian di berbagai tempat.
Karena waktu itu saya paling muda dan junior, serta baru bergabung, posisi saya cuma jadi pemain cadangan. Maksudnya saya tidak punya jadwal kajian tetap, tapi begitu ada ustadz senior lain yang berhalangan, saya siap meluncur.
Asyiknya, justru tiap hari saya selalu meluncur, karena selalu ada saja senior saya yang tidak bisa hadir dan harus saya gantikan. Saat itu saya belum lagi kuliah di LIPIA. Modal saya jadi ustadz terus terang saja hanya modal ak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+