07 Jan 2021 Β· 2.856 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Waktu saya mondok di Kedung Paruk Purwokerto. Disana ada pekerja kasar, tukang kuli angkut bernama Darjo. Setelah 9 tahun meninggal, cucunya juga kemudian ikut meninggal. Maksud orang tua anak itu, ingin anaknya dimakamkan didekat makam kakek-nya (Darjo), terlebih di pemakaman itu banyak orang shaleh, seperti Ayahya Mbah Kiai Abdul Malik (Kiai Ilyas).
Akhirnya, dengan beberapa alasan kuburan Pak Darjo dibongkar, setelah digali 1,5 m ternyata bambunya masih hijau, kain kafannya masih utuh, wangi luar biasa seperti baru dimakamkan beberapa jam. Setelah kejadian itu saya menghadap ke guru saya Mbah Kiai Abdul Malik, mau laporan ke Mbah Malik.
Saat itu Mbah Kiai Abdul Malik sedang duduk santai di depan rumah, tersenyum melihat kedatangan saya. Tiba-tiba mbah Malik bilang, &ldquo
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+