28 Jan 2021 · 4.540 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Kiai NU itu tidak mudah marah malah cenderung ramah, tidak suka membuat gaduh, malah teduh, jarang berteriak cenderung bijak, karena tahapan belajarnya runtut.
Pertama, nyantri akan mengenyam kitab Sulam Taufiq, kitab yang concern terhadap pembahasan Fiqih-Tasawuf ini bisa dikatakan sangat tegas dalam memberikan hukum. Ketika santri mempelajari kitab ini, dia merasa semua yang diamalkan orang itu salah, dan penuh dengan dosa, maklum masih pemula.
Kedua, belajar Kitab Fathul Qorib, pembahasan dalam kitab ini mengajarkan tentang dasar-dasar Fiqih Syafi'iyah, bisa dikatakan tidak terlalu keras, santri tidak akan mudah menyalahkan orang lagi, tapi disisi lain dia akan merasa benar sendiri.
Untuk mengimbangi belajar fikihnya itu, santri belajar kitab Ta'lim Muta'alim,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+