Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Prof. Mr. R.H. A. Soenarjo
✓ Terverifikasi Tim Riset

Prof. Mr. R.H. A. Soenarjo

lahir 1908 M · 9.384 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Mr. Narjo lahir pada 15 Mei 1908 di Sragen. Beliau merupakan putra Raden Iman Nasiruddin Imamdipuro, seorang penghulu pada zaman penjajahan Belanda.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Ana-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Pendiri IAIN
4.2  Karier
4.3  Peranan di Politik

5.    Karya
6.   Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Mr. Narjo lahir pada 15 Mei 1908 di Sragen. Beliau merupakan putra Raden Iman Nasiruddin Imamdipuro, seorang penghulu pada zaman penjajahan Belanda.

Sebagaimana ayahnya, kakek Mr. Narjo, Zaenal Mustopo, juga adalah seorang penghulu. Zaenal Mustopo dikenal sebagai seorang dermawan. Dari kekayaannya, beliau membangun sebuah masjid besar di tengah-tengah kota Sragen, setelah selesai kemudian diserahkan ke Pemerintah Sragen pada waktu itu.

1.2 Wafat
Mr. Narjo wafatl pada tahun 1996 Bethesda Yogyakarta, dan dimakamkan di Sragen di samping pusara istrinya.

1.3 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1952, Mr. Narjo melepas masa lajangnya dengan menikahi Hj. Umi Salamah. Buah dari pernikahannya, dikaruniai empat putra dan empat putri. Seluruh putra dan putrinya berhasil lulus dari Perguruan Tinggi, dan menekankan supaya anak-anaknya merasakan belajar ilmu agama sebagaimana dirinya. KH. Anwar Musyadad, ajengan asal Garut, Jawa Barat, yang pernah jadi Wakil Rais Aam PBNU mengajar anak-anaknya dalam ilmu agama. 

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Pada masa kecilnya, dengan menempuh pendidikan di sekolah umum milik Belanda. Setamat di sekolah itu, kemudian melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO, setingkat SMP) di Surakarta. Kemudian masuk ke Algemeene Middelbare School (AMS, setingkat SMA) jurusan bahasa-bahasa timur yang juga di Surakarta. Setelah itu,  melanjutkan pendidikan ke Rechts Hooge School (RHS, Sekolah Tinggi Hukum), dan tamat pada perguruan itu pada tahun 1941.

Pengetahuan agama didapatkan dengan mengaji sehabis maghrib kepada ayahnya sendiri. Mengaji dijalaninya selama tinggal bersama orang tuanya di Sragen. Kepada ayahnya beliau khatam belajar membaca Al-Qur’an. Kemudian ketika di Surakarta,  mengaji di Pesantren Manba’ul Ulum, Jamsaren yang diasuh oleh KH. Idris Jamsaren, untuk beberapa waktu. Pelajaran ilmu agama ia dapatkan juga dari K.R.T.P. Tapsiranom di Pengulon Solo. 

Ketika di Jakarta, meski  tidak belajar ilmu agama secara khusus, beliau sering bergaul dengan tokoh-tokoh agama. Di samping itu sering membaca buku-buku agama. Buku yang banyak dibacanya adalah Tafsir Al-Quran dalam bahasa Belanda.

2.2 Guru-Guru:

  1. Raden Iman Nasirudin (Ayah)
  2. KH. Idris Jamsaren

3.  Penerus

3.1 Anak-anak:
Dari perkawinannya dengan Hi. Umi Salamah, ya

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+