21 Apr 2021 · 3.739 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID Jakarta – Istilah bid’ah begitu populer dan kerap kita dengar. Di sejumlah hadits, istilah itu disertakan kata ‘sesat’ dan seturut dengan itu, biasanya menjadi penegas atau pembeda amaliyah ibadah yang dinilai tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW. Penyertan kata ‘sesat’ merujuk pada sabda Rasulullah Muhammad SAW bahwa; “Ucapan terbaik adalah Kitab Allah. Petunjuk terbaik adalah petunjuk Muhammad. Perkara yang paling buruk adalah perkara yang diada-adakan. Setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah. Setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. Al-Nasa’i).
Baca juga: Keutamaan Sholat Sunah Awwabin
Bid’ah kerap menjadi isu sensitif yang memunculkan perdebatan sesama muslim. Bagaimana memahami bid’ah dan menempatkannya dalam konteks keagamaan? Ky
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+