03 May 2021 · 3.321 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID Yogyakarta - Sebagian besar orang menilai megahnya sebuah acara dari pembukaan atau perhelatan hari pertama.
APALAGI acara yang melibatkan lembaga negara. Begitu pula Kongres Aksara Jawa I yang digelar di Jogjakarta akhir Maret lalu dibuka dengan megah. Meskipun berbentuk daring dan sebagian kecil luring, tanpa pawai atau konser, hadirnya sambutan tokoh-tokoh besar dalam pembukaan kongres lalu memantaskan kemegahan dan kemewahannya.
Baca Juga: Tiga Suku Mata Biru di Indonesia Suku Lingon, Lamno, dan Simpou
Acara dibuka oleh sambutan daring Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Kemudian dua gubernur, Sri Sultan Hamengkubuwana (DIJ) dan Ganjar Pranowo (Jateng), serta perwakilan dari UNESCO Dr Ming Kuok Lim. Rata-rata isinya menyambut gembira dan menyatakan harapan lestarinya aksara Jawa. Ming Kuok Lim bahkan memasukkan aksara Jawa sebagai satu di antar
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+