19 May 2021 · 1.694 dibaca · Internasional
Laduni.ID Jakarta - Pada tahun 1917, kontributor New York Tribune, Isaac Don Levine, mengumumkan kelahiran sebuah negara baru. Namanya Palestina, tetapi justru bangsa Israel yang muncul sekitar tiga dekade kemudian, meskipun dengan perbatasan yang lebih berani yang membentang hingga ke Lebanon Selatan. Bukan berita bagi pembaca kami bahwa Israel dulu diberi label Palestina di peta dunia, tetapi cara Levine menulis tentangnya itulah yang menarik perhatian kami di sini. Levine kelahiran Rusia melihat fase baru di cakrawala untuk hampir 2.000 tahun "masalah orang Yahudi," setelah Revolusi Rusia tampaknya menjanjikan emansipasi bagi minoritas yang paling teraniaya di Eropa.
Baca Juga: NU Dukung Palestina Sejak Zaman Belanda dalam Bentuk Moral dan Dana
Levine mengaitkan kelangsungan hidup identitas Yahudi selama berabad-abad dengan intoleransi yang merajalela dalam masyarakat K
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+