21 May 2021 · 3.685 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Dulu ada alumni sowan Almaghfurlah. Di situ ada tamu yang kebetulan juga sowan bertanya kepada Kyai.
“Mbah Kyai, Bapak saya sudah meninggal dan mempunyai hutang salat dan puasa Romadhon. Yang baik itu difidyahi apa diqodzoni?”. Jawaban Almaghfurlah, "difidyahi wae". Lalu tamu tadi bilang, “geh mpun, matur nuwun Permisi kyai.”
Lalu di lain waktu, alumni yang tadi sowan lagi kepada Almaghfurlah. Kebetulan juga ada tamu yang bertanya hal yang sama dengan saat sowan dulu. Jawabannya, “diqodzoni saja” (berbeda dengan jawaban yang pertama, yang disuruh fidyah).
Akhirnya alumni tadi batin, “kok beda ya dengan jawaban yang dulu,” selanjutnya dia beranikan bertanya, "ngapunten jawaban soal tadi sama yang dulu kok beda, kan soalnya sama? "
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+