29 May 2021 Β· 4.284 dibaca · Cerita Canda
Laduni.ID Jakarta - Saat diminta pamannya, Kiai Abdul Fattah Hasyim (W. 1977) untuk membantu mengurus Pesantren Tambakberas, Gus Dur muda manut saja.
Suatu hari, Gus Dur menghadapi satu kasus nyeleneh, yakni banyaknya aduan hilangnya celana dalam sejumlah santriwati.
Baca Juga: Humor Gus Dur: Kereta Api Bisa Lebih Cepat dari Pesawat
Gus Dur memutar otak. Para santri dikumpulkan di masjid. Semua pengurus ditugaskan merazia semua sisi kamar pondok dan sekitarnya. Ketemulah sebuah lemari santri yang menyimpan sejumlah celana dalam cewek.
Pelakunya dipanggil, disidang ramai-ramai dengan kepala sidang Gus Dur, sang kepala keamanan. Pengurus memutuskan untuk mengeluarkannya.
Gus Dur pun menghadap sang pengasuh, ke Kiai Fattah. Gus Dur menceritakan semua kejadian itu beserta rekomendasi pengurus untuk mengeluarkannya. Alasan pengurus yang paling utama ialah perbuatan tersebut t
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+