06 Sep 2021 · 2.026 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Suatu hari, Syams Tabrizi hadir dalam pertemuan para ulama di Konya yang diadakan di sebuah zawiyah atau pondok. Para ulama itu sedang mendiskusikan sejumlah isu sosial. Kira-kira semacam "Bahtsul Masail" NU.
Kitab-kitab referensi diletakkan di atas meja yang telah disediakan. Masing-masing ulama menyampaikan pendapatnya atas isu-isu itu, sambil mengutip hadis Nabi, al-Atsar (pernyataan sahabat Nabi) dan ucapan "Auliya" para waliyullah atau bijak bestari.
Syams Tabrizi tampak resah mendengar dan menyaksikan perdebatan itu. Ia terusik ingin sekali ikut bicara. Ia lalu mengacungkan tangannya, mohon diberi kesempatan bicara. Setelah diberi kesempatan, ia berdiri, kemudian mengatakan:
إلى ما تمضون أوقاتكم في النقل عن فلان وف
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+