10 Sep 2021 · 5.579 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Manusia hidup di dunia tidak lebih hanya untuk mencari bekal di kehidupan selanjutnya, karena pada dasarnya dunia hanya sementara sedangkan akhirat adalah kekal dan abadi. Sehingga untuk memaknai kehidupan dengan benar maka diperlukan ilmu hakikat.
“Saya terangkan ilmu hakikat, memang mau tidak mau harus diterangkan dengan ilmu hakikat. Sekarang, kamu (keadaannya) mati apa hidup? Sekarang saat mengaji Tafsir Jalalain ini, hidup? Yakin? Itu salah, ilmu kamu berarti masih ilmu syariat. Kalau cara ilmu hakikat, kamu saat ini mati. Hidupnya nanti, saat sudah mati, jadi kalau sudah di akhirat,” kata Gus Baha dalam unggahan Youtube Ngaji Hijrah.
Gus Baha menjelaskan bahwa manusia akan benar-benar hidup ketika secara fisik mereka telah mati, sebab fisik hanyalah wadah yang bisa hancur kapan saja, sedangkan ruh manusia akan hi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+