04 Oct 2021 · 11.392 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Ar-Rāzi mengkritik konsep waktu Aristotelean. Pertama, bagi ar-Rāzi waktu ada dan waktu terbukti dengan sendirinya (Apriori) atau beranggapan sebelum mengetahui melihat, menyelidiki, dan sebagainya. Sedangkan Aristotelen berpendapat waktu itu ada dan pembuktianya adalah apostereori atau beranggapan telah mengetahui melihat, menyelidiki, dan sebagainya.
Kedua, bagi Ar-Rāzi esensi waktu adalah tidak tergantung kepada gerak, sedangkan Aristotelen berpendapat waktu adalah ukuran kepada gerak. Ketiga, bagi Ar-Rāzi waktu adalah kuantitas terpisah, sedangakan Aristotelen berpendapat waktu adalah kuantitas berterusan.
Keempat, bagi ar-Rāzi Allah lebih dulu dari alam dan lebih dulunya di luar waktu, sedangkan pendapat Aristotelen Allah lebih dulu secara zat dari alam dan waktunya bersamaan dengan terjadinya alam.
Ar-Rāzi memaparkan sepuluh argumen yang menyatakan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+