06 Jan 2022 Β· 1.660 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Harga minyak di pasar global semakin melonjak akibat krisis pasokan energi. Alhasil sebagai negara importir minyak, ekonomi Indonesia bisa terkena dampak.
Harga minyak menguat lebih dari US$ 1 per barel pada awal pekan ini, setelah eksportir utama Arab Saudi menaikkan harga minyak mentahnya yang dijual ke kawasan Asia dan Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, pembicaraan tidak langsung antara AS-Iran tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir menemui jalan buntu.
Senin (6/12) pukul 14.50 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Februari 2022 naik US$ 1,61 atau 2,3% menjadi US$ 71,49 per barel.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai tren harga minyak yang terus meningkat tentunya akan memiliki dampak terhadap anggaran negara yang mengingat, dan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+