KH. Muhammad Martain Karim wafat pada hari Rabu 23 september 2020. Beliau dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Glonggong, Temas, Batu yang berlokasi tepat berada disamping Pondok Pesantren Al-Hidayah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Teladan
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Martain Karim lahir pada tanggal 21 Juni 1942 di Benowo, Surabaya.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Martain mempunyai delapan putra dan putri yakni Muhyiddin (Gus Udin), Taufiqurrohman (Gus Oviex), Umi Hanik (Ning Hanik), Habib Maulana Asyik Hidayatullah (Gus Habib), Qurrota’ayun (Ning Ayun), Firman Hadi Firdaus (Gus Firman), Fathoni Amiruddin Akbar (Gus Tony), dan Fathir Hizbullah (Gus Fathir). Kelima putra-putri beliau telah mentas dan berkiprah dalam berbagai bidang mulai dari pemerintahan, wirausahawan, profesional, aktivis LSM, dan akademisi.
1.3 Wafat
KH. Muhammad Martain Karim wafat pada hari Rabu 23 September 2020, jenazah beliau dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Glonggong, Temas, Batu yang berlokasi tepat berada di samping Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Batu.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Muhammad Martain Karim atau yang akrab dengan panggilan Kyai Martain ini pada usia muda dan selama menjadi santri atau mahasiswa adalah seorang aktivis yang ulet dan haus akan pengetahuan agama dan hampir semua pelajaran di pesantren telah beliau dalami, dan yang paling beliau kuasai adalah ilmu fiqih dan nahwu.
Berbagai pesantren besar telah beliau mukimi, dan yang paling lama adalah Pondok Pesantren Tambak Beras dan Pondok Pesantren Lasem. Di samping itu, beliau masih sempat mendapatkan gelar Sarjana Muda dari Fakultas Tarbiyah Bidang Pendidikan Agama Islam dari Universitas Sunan Giri Surabaya pada tahun 1973.
2.2 Guru-Guru
Guru-Guru KH. Muhammad Martain Karim adalah KH. Abdul Choliq Hasyim dan KH. Ma'shum Lasem.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
Sebelum menetap dan mendirikan Pondok Pesantren Al-Hidayah di Batu, kiprah dan perjuangan Kyai Martain muda telah cukup panjang. Beliau terlibat dalam pendirian beberapa pesantren di Kabupaten Malang dan berbagai lokasi lainnya. Selama pencariannya, Kyai Martain juga merintis, mendirikan, dan mengajar di berbagai madrasah, SMA Islam, serta PGA (Pendidikan Guru Agama) sebagai Guru Agama Islam dan Bahasa Arab.
Sebagai bagian dari dakwah, Kyai Martain muda selalu berusaha menularkan ilmu yang dimilikinya kepada masyarakat luas. Di tanah kelahirannya, Desa Tambak Dono, sebuah desa di pinggiran Surabaya yang berbatasan dengan Gresik, beliau mendirik
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

