Gus Mad memang memiliki jiwa bisnis yang lumayan bagus. Beliau tidak hanya mengurusi pesantrennya saja, tetapi juga berkecimpung di dunia usaha. Sejumlah usaha yang digeluti beliau antara lain biro perjalanan haji, toko variasi mobil, dan toko swalayan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Pandai Melihat Peluang
3.3 Jiwa Wirausaha
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Kyai Achmad Zamachsyari atau yang akrab dipanggil Gus Mad lahir pada tanggal 16 Juni 1943 di Kampung Peneleh, Surabaya. Gus Mad merupakan putra kedua dari 8 bersaudara dari pasangan Nyai Hj. Asmah binti Siddiq dan KH. Ahmad Rifa’i Basuni. Kyai Achmad Rifai Basuni adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Fattah, Singosari.
Gus Mad mempunyai beberapa saudara, adapun kedelapan saudara Gus Mad di antaranya: Nyai Maghfiroh (lahir tahun 1941), Nyai Mahmudah (lahir tahun 1945), Kyai Muhammad Ja’far (lahir tahun 1947), Nyai Mustainah (lahir tahun 1949), Nyai Mutiah (lahir tahun 1951), Kyai Mutamakkin (lahir 1953), Nyai Maftuhah (lahir 1955).
Dari delapan anak KH. Rifa’ie dan Nyai Hj. Asmah binti Shiddiq, laki-laki berjumlah 3 orang dan perampuan berjumlah 5 orang. Kelak anak laki-laki tertuanya, yakni KH. Achmad Zamahsyari yang akan menjadi generasi penerus KH. Rifa’ie.
1.2 Wafat
Gus Mad wafat pada tanggal 19 Februari tahun 2012. Siang itu juga, setelah Dzuhur jenazah almarhum KH. Achmad Zamachsyari dikebumikan. Ribuan jamaah ikut menshalatinya dan mengiringi kepergiannya ke peristirahatan terakhir.
Pagi itu, Ahad 19 Februari 2012, seperti biasa ribuan jamaah Istighosah dan pengajian rutin Ahad di Pesantren Modern Ar-Rifa’i asuhan KH. Ahmad Zamakhsyari berduyun-duyun memasuki Masjid Ar-Rifa’i 2 di area pesantren yang dihuni ribuan santri itu. Tidak ada tanda-tanda duka di antara mereka.
Ribuan jamaah itu memenuhi ruang utama dan pelataran Masjid Al Rifa'i. Sambil menunggu sang kyai, mereka melakukan shalat sunnah dan dzikir sendiri-sendiri. Waktu terus berjalan, namun istighosah dan pengajian belum juga dimulai. Bahkan, sang kyai yang dinanti-nanti pun belum hadir di tengah-tengah jamaah.
Para jamaah berharap-harap cemas, sebab, tidak seperti biasanya kyai kharismatik tersebut sampai terlambat untuk memimpin Isthighosah dan pengajian. Sebelumnya, para jamaah memang sudah melihat sang kyai masuk ke sebuah kamar khusus yang terletak di bagian depan masjid tersebut. Menurut beberapa sumber yang bisa dipercaya, biasanya sebelum memimpin istighosah dan pengajian, sang kyai shalat Dhuha dan muthola’ah kitab terlebih dahulu di kamar tersebut.
Waktu terus berjalan, sampai pukul 05.30, sang kyai belum juga keluar dari kamar tersebut. Padahal biasanya jam 05:00 sudah dimulai. Hati para jamaah mulai resah dan gelisah. Selain gelisah, mereka juga bingung. Maklum, para santri juga tidak berani untuk mengetuk pintu kamar khos tersebut.
Sesuatu yang ganjil terjadi, pintu kamar yang biasanya tertutup dan dikunci, pada saat itu nampak agak terbuka, dan kaki sang kyai pun terlihat oleh jamaah di shaf bagian depan. Bapak Mocammad Kholik, adalah salah satu jamaah yang memberanikan diri untuk masuk kamar tersebut. Dengan mengajak beberap
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

