KH. Maimoen Zubair adalah putra pertama dari KH. Zubair. Lahir di Karang Mangu Sarang hari Kamis Legi bulan Sya'ban tahun 1347 H atau 1348 H atau 28 Oktober 1928.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Berkelana Mencari Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Mendirikan Pondok Pesantren Al-Anwar
4. Penerus
4.1 Murid-Murid
5. Jasa dan Karya
5.1 Jasa-Jasa
5.2 Karya-Karya
6. Kisah Teladan
6.1 Kisah Teladan Pertemuan KH. Maimoen Zubair dengan Habib Mundzir
6.2 Memuliakan Tamu semua Kalangan
7. Karier
8. Karomah
9. Chart Silsilah
10. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Maimoen Zubair atau yang biasa disapa akrab dengan Mbah Moen adalah putra pertama dari pasangan Kyai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah. Beliau lahir di Karang Mangu Sarang hari Kamis Legi bulan Sya'ban tahun 1347 H atau 1348 H bertepatan dengan 28 Oktober 1928.
Ayahanda Mbah Moen, Kyai Zubair, adalah murid pilihan dari Syaikh Sa’id Al-Yamani serta Syaikh Hasan Al-Yamani Al-Makky, kedua guru tersebut adalah sosok ulama yang tersohor di Yaman.
Dari ayahnya, beliau meneladani ketegasan dan keteguhan, sementara dari kakeknya beliau meneladani rasa kasih sayang dan kedermawanan. Kasih sayang terkadang merontokkan ketegasan, rendah hati seringkali berseberangan dengan ketegasan. Namun dalam pribadi Mbah Moen, semua itu tersinergi secara seimbang. Kerasnya kehidupan pesisir tidak membuat sikapnya ikut mengeras.
Beliau adalah gambaran sempurna dari pribadi yang santun dan matang. Semua itu bukanlah kebetulan, sebab sejak dini beliau yang hidup dalam tradisi pesantren diasuh langsung oleh ayah dan kakeknya sendiri.
1.2 Riwayat Keluarga
Mbah Moen dianugerahi 10 putra dari tiga kali pernikahannya. Almarhum menikah tiga kali karena istri pertama dan keduannya meninggal dunia. Istri pertama bernama Ibu Nyai Hj. Fahima Baidhowi, yang merupakan putri dari KH. Baidhowil Lasem Rembang. Dari pernikahannya, keduanya dikaruniai dua putra dan satu putri, masing-masing:
1. KH. Abdullah Ubab
2. KH. Muhammad Najih (Gus Najih)
3. Nyai Hj. Shobihah (Ning Shobihah) yang menikah dengan KH. Musthofa Aqil Siradj (adik kandung Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj)
Dari istri kedua, yakni Ibu Nyai Hj. Mastiah, Mbah Moen dikaruniai 6 putra dan satu putri, masing-masing:
1.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

