Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Maksum Jauhari, Ketua Umum Pagar Nusa Pertama
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Maksum Jauhari, Ketua Umum Pagar Nusa Pertama

1944 – 2003 M · 201.479 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil dengan Gus Maksum adalah putra dari pasangan KH. Abdullah Jauhari dengan Nyai Aisyah. Beliau lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada tanggal 8 Agustus 1944.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Ketua Pagar Nusa
3.2  Melawan PKI
3.3  Menjadi Juru Kampanye Nasional

4.    Karomah
5.    Teladan
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil dengan Gus Maksum adalah putra dari pasangan KH. Abdullah Jauhari dengan Nyai Aisyah. Beliau lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada tanggal 8 Agustus 1944 M. Selain itu, Gus Maksum juga merupakan salah seorang cucu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, Mbah Manaf atau dikenal dengan nama KH. Abdul Karim.

Sebagai seorang anak kyai, Gus Maksum dianggap berprilaku nyeleneh menurut adat kebiasaan orang pesantren. Penampilannya itu memang nyentrik, berambut gondrong, jenggot dan kumis lebat, kain sarungnya hampir mendekati lutut, dan selalu memakai sandal "bakiak".

Lalu, seperti kebiasaan orang-orang “jadug” di pesantren, Gus Maksum tidak pernah makan nasi, alias ngerowot. Uniknya lagi, beliau suka memelihara binatang yang tidak umum. Hingga masa tuanya, beliau diketahui memelihara berbagai jenis binatang, seperti beberapa jenis ular dan unggas, buaya, kera, orang utan dan sejenisnya.

1.2 Riyawat Keluarga
KH. Maksum Jauhari menikah dengan Nyai Badi’ah dan mempunyai anak angkat yakni, Muhammad Jamil.

1.3 Wafat
KH. Maksum Jauhari wafat di Kanigoro pada tanggal 21 Desember 2003 M dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga PP. Lirboyo dengan meninggalkan semangat dan keberanian yang luar biasa dalam membela kebenaran dan membantu kaum lemah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Semasa kecil, Gus Maksum Jauhari belajar kepada orang tuanya, yakni KH. Abdullah Jauhari di Kanigoro. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan formalnya di SD Kanigoro (1957 M). Setelah lulus, beliau melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Lirboyo, namun tidak sampai tamat. Selebihnya, beliau lebih senang mengembara ke berbagai daerah untuk berguru ilmu silat, tenaga dalam, ilmu hikmah, dll. 

2.2 Guru-Guru
1. KH. Jamaludin, Batokan, Kediri
2. KH. Jufri, Mbah Jipang, Kediri
3. KH. Muhammad, Batokan, Kediri
4. Bapak Ahmad Fathoni (Pendekar dari Rengas Dengklok, Karawang, Jawa Barat) ahli ilmu pencak aliran Cikaret dan Cikalong
5. 

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+