Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Mbah Mad Jipang (KH Muhammad Tholhah)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Mbah Mad Jipang (KH Muhammad Tholhah)

22.000 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Mbah Mad Jipang KH Muhammad Tholhah Ulama Nahdlatul Ulama Lirboyo Kediri Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Mbah Mad Jipang (KH. Muhammad Tholhah)

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Sosok Ahli Waris
  4. Sosok yang Cerdas
  5. Teladan
  6. Chart Silsilah Sanad

Kelahiran

KH. Muhammad Tholhah atau yang kerap disapa dengan Mbah Jipang dilahirkan di Lirboyo.

Nama Jipang adalah nama julukan yang diberikan Mbah Kiai Ma'ruf Kedunglo Kediri (yang masih terhitung paman beliau), singkatan dari Ngajine Gampang. Mungkin karena kecerdasan beliau yang jauh di atas teman-teman beliau pada umumnya, hingga dengan mudah bisa memahami kitab-kitab yang diajarkan. Nama itu menjadi melekat pada diri beliau, orang-orang lebih mengenal nama Mbah Mad Jipang atau Mbah Jipang saja dibanding nama asli beliau.

Pendidikan

Mbah Mad Jipang memulai penddidikannya dengan belajar kepada pamannya sendiri, yaitu Mbah Kiai Abdul Karim (Mbah Manaf) Lirboyo.

Suatu hari, saat masih mondok di Lirboyo, beliau dipanggil Mbah Manaf di ndalemnya dan didawuhi: "Besok kamu ngaji ke sini, bawa kitab Syansyuriah Syarh Rahabiyah dan sabak (alat tulis-menulis kuno, semacam papan tulis kecil, mungkin dimaksudkan untuk memberikan latihan-latihan penghitungan)."

Mulai saat itu beliau mendapat pelajaran ilmu faraidh langsung dari Kiai Sepuh Lirboyo, Mbah Manaf itu. Namun uniknya, saat pelajaran itu khatam, tiba-tiba ada tamu dari keluarga berada yang berasal dari daerah sekitar Kediri yang meminta bantuan Mbah Manaf untuk membantu membagikan warisan di keluarganya. Lalu Mbah Manaf mengutus santri kesayangannya ini yang baru mengkhatamkan pelajaran ilmu faraidh untuk mewakili beliau memenuhi permintaan tamunya. Maka berangkatlah Mbah Jipang bersama tamu kiainya ini menuju rumahnya.

Esoknya, dengan wajah berseri-seri, tamu tersebut kembali ke Lirboyo menemui Mbah Manaf untuk mengucapkan terimakasih mewakili keluarganya. Keluarganya sangat gembira dan puas atas kepintaran santri beliau dalam pembagian harta warisan. Tak lupa, tamu itupun memberikan oleh-oleh yang banyak pada Mbah Manaf sebagai ungkapan terimakasihnya.

Setelah tamu itu pamit, Mbah Manaf Lirboyo segera memanggil santri kesayangannya itu dan memberikan semua oleh-oleh tamu itu padanya. Karena oleh-oleh itu diberikan langsung oleh kiainya sendiri, bukan oleh tamu tadi, tentu bukan main senangnya Mbah Jipang. Konon saking banyaknya oleh-oleh itu hingga cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari selama setahun di pondok.

Sosok Ahli Ilmu Waris

Mbah Mad Jipang  adalah sosok yang ahli dalam ilmu waris. Ketika ada permasalahan waris di lingkungan masyarakatnya, beliau membagi harta warisan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Tetapi, menjadikan semua ahli waris bisa menerima dengan legowo dan marem atas pembagian itu, terlebih ketika terjadi perselisihan diantara mereka, bukanlah perkara mudah, meski oleh seorang kiai sekalipun.

Seringkali ahli waris terkesan menerima ketika di muka kiai yang membagikan, namun setelah itu mereka berselisih kembali bahkan kadang perselisihan itu malah lebih meruncing daripada yang semula.

Tetapi hal itu tidaklah sulit bagi Mbah Jipang Batokan. Setiap ada perselisihan warisan, dan beliau dilibatkan untuk membagi dan menyelesaikannya, semuanya terasa menjadi mudah. Semua ahli waris pun bisa menerima dengan lapang dada dan perselisihan selalu berakhir dengan a

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+