Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Badrus Salam, Syuriyah NU Cabang Malang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Badrus Salam, Syuriyah NU Cabang Malang

1906 – 1974 M · 21.557 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Kyai Badrus Salam memang sosok yang tegar dan tabah. Meskipun dalam keadaan sakit, kyai Badrus Salam tidak pernah mengeluh, akibatnya keluarga tidak mengetahui kalau Kyai Badrus Salam sakit.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Sekilas Perjalanan Hidup
4.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama

5.    Teladan
6.    Chart Silsilah Sanad
7.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Badrus Salam lahir pada tahun 1906 M, di Desa Tempursari, Kecamatan Klaten, Solo Jateng

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Badrus Salam menikah dengan Nyai Hj. Tursina, adik kandung H. Dardiri (ayahanda H. Hudan Dardiri, mantan Bupati Jombang, dan H. Gatot Muhdil Islam Dardiri, Bendahara Masjid Agung Jami' Malang). Dari pernikahannya, beliau dikaruniai tujuh putra-purti, yakni:

  1. Muhyil Islam,
  2. Muawinah Syariah,
  3. Muflihul Anam,
  4. Mujahiratul Aliyah,
  5. Mubasyiratul Sholihah,
  6. Suciati Nadifatul Qolbi,
  7. Mudakkir Ummah.

Dalam mendidik putra-putrinya, Kyai Badrus itu sangat demokratis dan anak-anaknya selalu ditekankan untuk mendalami ilmu agama sebelum mempelajari ilmu umum.

1.3 Wafat
Kyai Badrus Salam memang sosok yang tegar dan tabah. Meskipun dalam keadaan sakit, kyai Badrus Salam tidak pernah mengeluh, akibatnya keluarga tidak mengetahui kalau Kyai Badrus Salam sakit.

Dalam keadaan sakit itu, Kyai Badrus Salam berpamitan kepada keluarga untuk mengisi pengajian rutin di Mushalla yang berada di daerah Kayutangan. Seusai mengajar di mushalla, kemudian beliau diundang rapat oleh Kyai Hasyim Muzadi untuk membicarakan masalah umat. Saat itu, kediaman Kyai Hasyim Muzadi masih berada di Dinoyo.

Malam itu, setiba di rumah Kyai Hasyim, Kyai Badrus Salam jatuh karena tidak kuat menahan rasa sakitnya. Beliaupun dilarikan ke RSU Saiful Anwar. Saat di rumah sakit itulah Kyai Badrus Salam wafat tepat pada hari Sabtu Pahing, 2 Februari tahun 1974 M / 9 Muharram 1394 H. Kyai Badrus Salam meninggal dalam usia 68 Tahun dan dimakamkan di pemakaman Kasin.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Sejak kecil KH. Badrus Salam lebih banyak diasuh oleh H. Muhsin, ayahnya, dan kemudian nyantri di Pondok Pesantren Jamsaren, Solo yang diasuh oleh KH. Ali Darokah. Selama di Pondok ini, beliau mengabdikan dirinya hingga menjadi pengurus.

2.2 Guru-Guru

  1. H. Muhsin (ayah),
  2. KH. Ali Darokah.

3. Penerus

3.1 Murid-Murid

  1. Brigjen (Pur) H. Sulam Samsun, mantan Pengurus PBNU,
  2. Hj.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+