KH. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghafur lahir di dusun Sumontoro, Desa Ploso Lor, Kec Ploso Wetan, Kediri, pada 6 Maret 1919. Beliau adalah putra keempat dari pasangan suami-istri KH. Abdul Ghafur dan Nyai Sangkep.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Masa Penjajahan
3.3 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Teladan
5. Karomah
6. Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghafur lahir pada tanggal 6 Maret 1919 M di Dusun Sumontoro, Desa Ploso Lor, Kecamatan Ploso Wetan, Kabupaten Kediri. Beliau merupakan putra keempat dari pasangan KH. Abdul Ghafur dan Nyai Hj. Sangkep.
Jika diilihat dari silsilah keturunan, KH. Mukhtar Syafa’at merupakan salah seorang keturunan pejuang. KH. Mukhtar Syafa’at putra dari Syafa’at bin Kyai Sobar Iman bin Sultan Diponegoro III (keturunan Prajurit Pangeran Diponegoro) sedangkan dari garis ibu, yaitu Nyai Sangkep binti Kyai Abdurrohman bin Kyai Abdullah (keturunan Prajurit Untung Suropati).
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Mukhtar Syafa’at menikah dengan Nyai Hj. Siti Maryam dan Nyai Hj. Musyarofah. Dari pernikahannya dengan Nyai Hj. Siti Maryam, KH. Mukhtar Syafa’at memiliki 14 anak (10 putra, 4 putri), sedangkan dengan Nyai Hj. Musyarofah memiliki 7 anak (4 putra, 3 putri).
1.3 Wafat
KH. Mukhtar Syafa’at wafat pada hari Jumat malam tanggal 1 Februari 1991 (17 Rajab 1411 H). Jenazah beliau dishalati oleh mu’aziyin sampai 17 kali, kemudian dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keluarga, sekitar 100 meter arah utara dari Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Sejak usia kanak-kanak (4 tahun), Kyai Mukhtar Syafa’at telah menunjukkan sikap dan perilaku cinta terhadap ilmu pengetahuan dan berkemauan keras mendalami agama Islam. Setiap sore hari, beliau tekun mengaji ke mushala terdekat yang saat itu diasuh oleh Ustadz H. Ghofur. Dari sinilah beliau mulai belajar membaca Al-Qur’an. Pada tahun 1925 (usia 6 tahun), Kyai Mukhtar Syafa’at kemudian mengaji ke Kyai Hasan Abdi selama 3 tahun di Desa Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi.
Selepas khitan pada tahun 1928 M, beliau kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang yang saat itu diasuh oleh KH. Hasyim Asy’ari. Di pesantren ini, beliau seperti umumnya santri-santri lain mendalami ilmu-ilmu agama Islam seperti Ilmu Nahwu, Shorof, Fiqih, Tafsir Al-Qur’an dan Akhlaq Tasawuf. Setelah 6 tahun menimba ilmu
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

