Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Syamsul Mu’in Cholid, Muasis Pesantren Darul Amien Banyuwangi
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Syamsul Mu’in Cholid, Muasis Pesantren Darul Amien Banyuwangi

1931 – 2011 M · 2.489 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Putra bungsu dari 6 bersaudara dari KH. Abdul Jalil. Beliau dilahirkan di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, kab.Banyuwangi pada tanggal 13 Juni 1931.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Syamsul Mu’in Cholid yang memiliki nama asli Abdul Mu’in merupakan putra bungsu dari 6 bersaudara dari KH. Abdul Jalil. Beliau lahir di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 13 Juni 1931. Ayahanda beliau bukan masyarakat Banyuwangi asli, beliau merupakan perantau dari Kota Kediri yang aslinya berasal dari Semarang, Jawa Tengah, kemudian beliau hijrah ke selatan Pulau Jawa atau lebih tepatnya di Banyuwangi.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, ayah KH. Syamsul Mu’in Cholid kecil berprofesi sebagai petani. KH. Syamsul Mu’in Cholid kecil pada masa ini dididik langsung oleh ayahandanya. Namun, kebersamaan KH. Syamsul Mu’in Cholid dengan ayahnya tak berlangsung lama, pada usia 8 tahun Kyai Abdul Jalil berpulang menghadap ke hadirat Allah. Ini merupakan ujian pertama kali yang dirasakan oleh KH. Syamsul Mu’in Cholid kecil.

Disebabkan karena KH. Syamsul Mu’in Cholid memiliki sifat tahan banting dan gigih dalam menuntut ilmu, maka kemudian beliau diasuh oleh Mbah Abdul Syarif dari Desa Sambirejo. Mbah Abdul Syarif sendiri tidak memiliki hubungan darah dengan KH. Syamsul Mu’in Cholid kecil ini, namun rasa simpati yang besar dan faktor beliau belum dikarunia keturunan menyebabkan beliau ingin mengasuh KH. Syamsul Mu’in Cholid kecil dan beliau menganggapnya seperti seorang putranya sendiri.

1.2 Wafat
KH. Syamsul Mu’in Cholid berpulang ke Rahmatullahi pada tanggal 24 Maret 2011, beliau wafat meninggalkan 1 istri dan 8 putra yang kini meneruskan perjuangannya.

1.3 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1953 Masehi, KH. Syamsul Mu’in Cholid menikah dengan seorang wanita bernama Rofi’atul Barirah asal Desa Mojosari, Tegalsari. Setelah kitab Ihya Ulumuddin selesai, beliau memutuskan keluar dari pesantren (boyong) bersama istrinya dan tinggal di kediaman mertuanya, Mojosari. Pernikahan mereka dikarunia delapan anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Selama mengabdikan diri menjadi santri, KH. Syamsul Mu’in Cholid sering ditugasi untuk mengumandangkan adzan di masjid pesantren tersebut, dikarenaka

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+