Syekh Muhammad Nafis al-Banjari adalah seorang ulama, ahli tasawwuf dan mursyid tarekat. Beliau juga merupakan tokoh penting dalam proses dakwah islam di Kalimantan
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Syekh Muhammad Nafis al-Banjari
- Kelahiran
- Wafat
- Silsilah
- Pendidikan
- Guru
- Karya Kitab
- Madzhab dan Thoriqoh
- Karamah
- Perjuangan Dakwah di Kalimantan
- Chart Silsilah Sanad
- Referensi
Kelahiran Syekh Muhammad Nafis al-Banjari
Nama lengkapnya adalah Muhammad Nafis bin Idris bin Husein, beliau lahir sekitar tahun 1148 H/11735 M, di kota Martapura, sekarang ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Syekh Muhammad Nafis al-Banjari berasal dari keluarga bangsawan atau kesultanan Banjar yang garis silsilah dan keturunannya bersambung hingga Sultan Suriansyah (1527-1545 M.) Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam, yang dahulu bergelar Pangeran Samudera.
Wafatnya Syekh Muhammad Nafis al-Banjari
Syekh Muhammad Nafis al-Banjari hidup pada periode yang sama dengan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Dan diperkirakan wafat sekitar tahun 1812 M. dan dimakamkan di Mahar Kuning, Desa Binturu, sekarang menjadi bagian desa dari Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong. Dan sekarang makam tersebut menjadi salah satu objek wisata relijius di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Biografi Syekh Nuruddin ar-Raniry
Silsilah Syekh Muhammad Nafis al-Banjari
Silsilah lengkapnya adalah Muhammad Nafis bin Idris bin Husein bin Ratu Kasuma Yoeda bin Pangeran Kesuma Negara bin Pangeran Dipati bin Sultan Tahlillah bin Sultan Saidullah bin Sultan Inayatullah bin Sultan Musta’in Billah bin Sultan Hidayatullah bin Sultan Rahmatullah bin Sultan Suriansyah.
Pendidikan Syekh Muhammad Nafis al-Banjari
Tidak ada catatan tahun yang pasti kapan beliau pergi berangkat menuntut ilmu ke tanah suci Makkah. Diperkirakan beliau pergi menimba ilmu pengetahuan ke tanah suci Makkah sejak usia dini dan sangat muda, sesudah mendapat pendidikan dasar-dasar agama Islam di kota kelahirannya, Martapura. Kemudian diketahui beliau belajar dan menuntut ilmu agama Islam di kota Makkah, sebagaimana beliau tuliskan dalam catatan pendahuluan pada karya tulisnya “ad-Durrun Nafis” (" Beliaulah yang menulis risalah ini" yaitu, Muhammad Nafis bin Idris bin al-Husein, yang dilahirkan di Banjar dan hidup di Makkah).
Tidak terdapat informasi dan catatan tentang apakah beliau di Makkah dan Madinah belajar bersama Syekh Abdussamad al-Falimbani, Muhammad Arsyad al-Banjari dan rekan-rekan mereka yang lainnya, tetapi besar kemungkinan masa belajar Syekh Muhammad Nafis al-Banjari di Makkah bersamaan dengan masa belajar Syekh Abdussamad al-Falimbani, Muhammad Arsyad al-Banjari dan rekan-rekan mereka yang lainnya. Dengan melihat daftar nama-nama guru Muhammad Nafis al-Banjari besar kemungkinan mereka belajar bersama pada satu masa atau masa yang lain.
Sebagaimana kebiasaan para ulama Jawi (Indonesia/As
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

