Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang akrab dengan sapaan Datuk Kalampayan lahir di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan pada tanggal 15 Safar 1122 H/17 Maret 1710 M.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Riwayat Keluarga
1.4 Keturunan
1.5 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menyatukan Orang Kalimantan agar Bermazhab Syafi'i
4. Karya-Karya
5. Chart Silsilah Sanad
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang akrab dengan sapaan Datuk Kalampayan lahir di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan pada tanggal 15 Safar 1122 H/17 Maret 1710 M.
Beliau merupakan seorang ulama besar yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Islam di Kalimantan. Beliau juga adalah tokoh yang gigih dalam mempertahankan aliran Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermazhab Fiqih Syafi’i. Beliau penasihat atau Mufti Kesultanan Banjar dan penulis yang produktif.
1.2. Nasab
Jalur nasabnya ialah Maulana Muhammad Arsyad Al-Banjari bin Abdullah bin Tuan Penghulu Abu Bakar bin Sultan Abdurrasyid Mindanao bin Abdullah bin Abu Bakar Al-Hindi bin Ahmad Ash-Shalaibiyyah bin Husain bin Abdullah bin Syaikh bin Abdullah Al-Idrus Al-Akbar (datuk seluruh keluarga Al-Aidrus) bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Saqaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali Maula Ad-Dark bin Alwi Al-Ghoyyur bin Muhammad Al-Faqih Muqaddam bin Ali Faqih Nuruddin bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khaliqul Qassam bin Alwi bin Muhammad Maula Shama’ah bin Alawi Abi Sadah bin Ubaidillah bin Imam Ahmad Al Muhajir bin Imam Isa Ar-Rumi bin Al-Imam Muhammad An-Naqib bin Al-Imam Ali Uraidhy bin Al-Imam Ja’far As-Shadiq bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Sayyidina Husain bin Al-Imam Amirul Mu’minin Ali Karamallah wajhah wa Sayyidah Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW.
1.3 Riwayat Keluarga
Sultan Tahlilulah menikahkan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dengan seorang perempuan bernama Bajut. Hanya, ketika istri beliau mengandung, Syekh Arsyad minta dikirim belajar ke Makkah atas biaya negara. Kabarnya bekas pondokannya di Kampung Syami’ah, Makkah, masih dipelihara oleh seorang syekh yang juga berasal dari Banjarmasin.
1.4 Keturunan
Dzuriyaat (anak dan cucu) beliau banyak sekali yang menjadi ulama besar, pemimpin-pemimpin, yang semuanya teguh menganut Mazhab Syafi’i sebagai yang diwariskan oleh Syekh Muhammad Arsyad Banjar. Di antara dzuriyat beliau yang kemudian menjadi ulama besar turun temurun adalah:
1. H. Jamaluddin, Mufti, anak kandung, penulis Kitab Perukunan Jamaluddin.
2. H. Yusein, anak kandung, penulis Kitab Hidayatul Mutafakkiriin.
3. H. Fathimah binti Arsyad, anak kandung, penulis Kitab Perukunan Besar, tetapi namanya tidak ditulis dalam kitab itu.
4. H. Abu Sa’ud, Qadhi.
5. H. Abu Naim, Qadhi.
6. H. Ahmad, Mufti.
7. H. Syahabuddin, Mufti.
8. H.M. Thaib, Qadhi.
9. H. As’ad, Mufti.
10. H. Jamaludd
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

