Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. As’ad Humam, Penggagas Metode Iqro’
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. As’ad Humam, Penggagas Metode Iqro’

1933 – 1996 M · 29.367 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Darah wiraswasta diwariskan benar oleh orang tua mereka, terbukti tak ada satu pun dari mereka yang menjadi Pegawai Negeri Sipil. KH. Asad Humam sendiri berprofesi sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru Beliau

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Penggagas Metode Iqro'
3.2  Mendirikan Madrasah

4.    Chart Silsilah Sanad
5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. As'ad bin Humam lahir di Yogyakarta pada tahun 1933 M/1352 H. Nama asli dari KH. As’ad Humam hanyalah As’ad saja, sedangkan nama Humam yang diletakkan dibelakang adalah nama ayahnya, KH. Humam Siradj. Beliau adalah anak kedua dari 7 bersaudara.

KH. As’ad Humam mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau terkena penyakit pengapuran tulang belakang, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta selama satu setengah tahun. Penyakit inilah yang dikemudian hari membuat KH. As’ad Humam tak mampu bergerak secara leluasa sepanjang hidupnya.

Hal ini dikarenakan sekujur tubuhnya mengejang dan sulit untuk dibungkukkan. Dalam keseharian, shalatnya pun harus dilakukan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku’ ataupun sujud. Bahkan untuk menengok pun harus membalikkan seluruh tubuhnya.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. As’ad Humam menikah dengan  ibu Chuzaimah pada tahun 1961 M, yang berasal dari Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua putri, yakni:

  1. Khaelesa,
  2. Espeerde Mandaati.

Pada tahun 1964 M, beliau menikah dengan ibu Iskilah binti Hasan Mursyid dari karangsemut, Trimulya Jetis, Bantul. Dari pernikahannya ini, beliau dikaruniai empat anak yakni:

  1. Erweesbe Maimanati,
  2. Sri Repsa Khanifati,
  3. Ahmad Syahadatan,
  4. Ana Markhamah.

Istri yang kedua inilah yang menemani KH. As’ad Humam hingga akhir hayatnya dan putra-putri dari istri kedua inilah yang meneruskan usaha perekonomian serta mengembangkan dakwah pengajaran Al-Qur’an

1.3 Wafat
KH. As’ad Humam wafat hari Jum’at sekitar Pukul 11:30 pada tanggal 2 Februari tahun 1996 M / 1417 H, di Yogyakarta dalam usia 63 tahun. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di Masjid Baiturahman, Selokraman, Kota Gede. Yogyakarta tempat dimana beliau mengabdi.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. As’ad Humam bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP). Beliau sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak yang diasuh oleh KH. R. Abdul Qadir Munawwir.

2.2 Guru Beliau

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+