Setelah KH. M. Munawwir wafat (1942 M), Romo Kyai Qodir meneruskan estafet tanggung jawab ayahandanya untuk mengasuh pesantren bersama sang kakak (KH. R. Abdullah Afandi Munawwir) dan adik iparnya (KH. Ali Maksum) dalam usia yang relatif muda, yakni 18 tahun.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4. Penerus
4.1 Murid-Murid
5. Teman-Teman
6. Teladan
7. Chart Silsilah Sanad
4. Referensi
1. Riwayat keluarga
1.1 Lahir
KH. R. Abdul Qodir Munawwir atau yang akrab dengan sapaan Romo Kyai Qodir lahir pada hari Sabtu Legi, 11 Dzulqo’dah 1338 H atau 24 Juli 1919 M. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad (Pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta) dengan Nyai. R. Ayu Mursyidah, yang berasal dari keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada usia 25 tahun, KH. R. Abdul Qodir Munawwir menikah dengan Nyai Hj. Salimah Nawawi, Jejeran. Beliau diakadkan langsung oleh Almaghfurlah KH. Muhammad Manshur, Popongan, yang merupakan Mursyid Thariqoh Naqsyabandiyah Kholidiyyah. Dari pernikahannya tersebut, beliau dikaruniai 8 anak putra-putri sebagai berikut:
- Fatimah (wafat waktu kecil)
- Nur Jihan (wafat waktu masih kecil)
- Widodo (wafat waktu kecil)
- Nyai Hj. Umi Salamah menikah dengan KH. Masyhuri Ali Umar
- KH. Muhammad Najib menikah dengan Nyai Hj. Musta’anah Salman
- Nyai Hj. Munawwaroh menikah dengan KH. Nur Hadi Abd. Rahman
- KH. Abdul Hamid menikah dengan Nyai Hj. Luluk Maftuhah Afdah
- KH. Abdul Hafidz menikah dengan Nyai Nur Laylia Husniawati
1.3 Wafat
Setelah selama kurang lebih 20 tahun KH. R. Abdul Qodir Munawwir mengemban amanah dan perjuangan ayahandanya, khususnya dalam mengajar Al-Qur’an dan mencetak kader-kader hafidzul Qur'an (para penghafal Al-Qur'an), KH. R. Abdul Qodir wafat pada malam Jum’at Kliwon, pukul 18.30, 17 Sya’ban 1381 H atau 2 Februari 1961 M, di RS. Panti Rapih, dalam usia relatif muda (42 tahun). Saat itu beliau ditemani istri dan wafat di sisinya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. R. Abdul Qodir belajar ilmu khususnya dalam hal pengajian Al-Qur’an. Di antara guru-gurunya yang sangat berpengaruh pada kepribadian dirinya adalah sang ayah sendiri, KH. M. Munawwir, dan KH. Dalhar Watucongol.
Dalam suatu kesempatan, pernah dikisahkan satu kenangan menarik oleh KH. Umar Abdurrahman (Bantul) ketika mendam
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

