Al-Imam al-Hafidz Abu al-Hasan Ali bin Umar bin Ahmad bin Mahdi bin Mas'ud bin an-Nu'man bin Dinar bin Abdullah al-Baghdadi
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Imam ad-Daraquthni
- Kelahiran
- Wafat
- Pendidikan
- Guru-Guru
- Murid-Murid
- Karya-Karya
- Metodologi Penulisan dan Sistematika Susunan Kitab ad-Daruquthni
- Chart Silsilah Sanad
- Referensi
1. Kelahiran
Al-Imam al-Hafidz Abu al-Hasan Ali bin Umar bin Ahmad bin Mahdi bin Mas'ud bin an-Nu'man bin Dinar bin Abdullah al-Baghdadi atau lebih dikenal dengan ad-Daruquthni lahir di Dar al-Quthn, Bagdad, Irak, pada tahun 306 H, adalah seorang ulama di bidang qira'at, Hadits, Bahasa Arab dan Sastra dan memiliki karya sejumlah 385, dan 40 diantaranya di bidang Hadits.
2. Wafat
Ad-Daruquthni wafat pada hari kamis tanggal 8 Dzulqa’dah tahun 385 H/ 995 M. Jenazah beliau dishalatkan oleh ulama terkemuka dalam bidang fiqih pada waktu itu, yakni Abu al-Hamid al-Isfiyayiri, lalu dimakamkan di Baghdad di pemakaman Bab al-Dair dekat dengan makam Ma’ruf al-Karkhawi.
3. Pendidikan
Dari waktu muda ia telah mempelajari hadis di Baghdad dari tokoh-tokoh hadis di negeri itu seperti Abu al-Qasim al-Bagawi, Abu Bakar ibnu Abi Daud as-Sajastani dan Abu Muhammad ibnu Sulaiman al-Maliki. Untuk lebih mendalami ilmu yang sangat diminatinya ini, ia juga mengadakan perjalanan ke berbagai negeri, seperti ke Mesir dan ke Siria. Dari tokoh-tokoh hadis di negeri-negeri yang disinggahinya itu, ia sempat mendalami hadis dan ilmu-ilmu yang menyangkut dengannya (ulum al-hadis, jarh wa ta’dil dan sebagainya).
Ia terkenal alim dalam berbagai cabang ilmu keislaman. Dalam bidang hadits ia terkenal ahli dalam ilmu kritik hadits. Dalam ilmu al-Qur’an ia sempat mendalami dan menyusun sebuah buku yang diberi nama al-Qira’at. Sistematika buku tersebut telah dijadikan contoh oleh ulama yang menyusun ilmu al-Qur’an pada masa sesudahnya. Dalam bidang fiqh ia juga dikenal banyak mengetahui ikhtilāf (perbedaan pendapat) ulama. Siapa yang membaca buku haditsnya as-sunan yang terkenal itu dapat menggambarkan akan keaslian penyusunnya dalam bidang hukum Islam.
Terutama fiqh aliran asy-Syafi’i ia dalami dari Syekh Abu Sa’id al-Ishtikhari, yakni seorang ulama dari madzhab asy-Syafi’i yang hidup pada masa itu. Dalam bahasa Arab ia dikenal ahli dalam ilmu nahwu (tata bahasa). Begitu banyak cabang-cabang ilmu pengetahuan yang dikuasainya, sehingga diriwayatkan, banyak ahli dari berbagai bidang ilmu pengetahuan yang datang untuk bertukar pikiran padanya.
Dari waktu muda ia telah mempelajari hadits di Baghdad dari tokoh-tokoh hadits di negeri itu seperti Abu al-Qasim al-Bagawi, Abu Bakar ibnu Abi Daud as-Sajastani dan Abu Muhammad ibnu Sulaiman al-Maliki. Untuk lebih mendalami ilmu yang sangat diminatinya ini, ia juga mengadakan perjalanan ke berbagai negeri, seperti ke Mesir dan ke Siria. Dari tokoh-tokoh hadits di negeri-negeri yang disinggahinya itu, ia sempat mendalami hadits dan ilmu-ilmu yang menyangkut dengannya (ulum al-hadits).
4. Guru-Guru
- Al-Hafidz al-Hujjah al-Mu'ammar, Musnid al-Ashr Abu al-Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz bin Al-Marzaban Al-Baghawi
- Al-Qadhi al-Imam al-Muhaddits ats-Tsiqah, Musnid al-Waqt, Abu Abdillah al-Husain bin Ismail bin Sa`id adh-Dhabbi al-Baghdadi
- Al-Imam al-Hafidz ats-Tsiqah al-Qudwah Muhammad bin Makhlad bin Hafs Abu Abdillah ad-Dauri al-Baghdadi
- Al-Imam al-Muqri an-Nahwi, Syaikh al
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

