Syekh Imam al-Baghawi lahir di desa Baghsyur yang disebut juga Bagh, sebuah desa kecil yang subur terletak antara Herat dan Marwarrudz. Dari desa ini cukup banyak lahir ulama-ulama besar.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Imam al-Baghawi
- Kelahiran
- Wafat
- Pendidikan
- Guru-Guru
- Murid-Murid
- Pujian Para Ulama Kepada Dirinya
- Karya-Karya
- Chart Silsilah Sanad
- Referensi
1. Kelahiran
Syekh Imam al-Baghawi lahir di desa Baghsyur yang disebut juga Bagh, sebuah desa kecil yang subur terletak antara Herat dan Marwarrudz. Dari desa ini cukup banyak lahir ulama-ulama besar. Syekh Imam al-Baghawi dilahirkan pada bulan Jumadil Ula tahun 433 H (menurut riwayat Yaqut ibn Abdullah al-Hamawiy dalam Mu’jam al-Buldan) sementara menurut Ali Ayaziy, Imam al-baghawi lahir pada tahun 438 H tanpa menyebutkan bulannya. Dan menurut penulis kitab al-‘Alam al-Baghawi, Syekh Imam al-Baghawi lahir pada tahun 436 H.
Nama lengkap beliau adalah Abu Muhammad al-Husain ibn Mas’ud bin Muhammad al-Baghawi as-Syafi’i. Nama beliau diberikan oleh orang tuanya adalah al-Husain, dan setelah beliau menjadi tokoh, beliau dikenal sebagai Abu Muhammad al-Husain ibn Mas’ud ibn Muhammad al-Baghawi beserta sejumlah gelar yang menunjukkan bahwa beliau merupakan orang yang ‘alim, seperti al-Imam al-Hafizh, Syaikhul Islam, al-‘Allamah.
Syekh Imam al-Baghawi merupakan ulama yang cukup gigih menyeru ummat untuk tetap berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah dalam hal apapun, beliau mendapat laqab sebagai Rukn ad-Din, juga digelari Muhyi as-Sunnah, ini karena Imam al-Baghawi mengaku bahwa setelah selesai menulis kitab Syarh as-Sunnah dia bermimpi ditemui oleh Rasulullah Saw dan berkata : “Ahyayta Sunnati bi Syarh ahaditsiy”.
Ayah Syekh Imam al-Baghawi bernama Mas’ud yang dikenal dengan panggilan al-Farra’ ibn Muhammad, yang berprofesi sebagai tukang dan penjual kulit. Saudara Syekh Imam al-Baghawi juga ada yang menjadi besar di zamannya, yang bernama al-‘Allamah al-Muftiy Abu Ali al-hasan ibn Mas’ud ibn al-Farra’ al-Baghawi yang wafat pada tahun 529 H.
2. Wafat
Tahun wafatnya Imam al-Baghawi terdapat perbedaan pendapat dikalangan para ahli. Sebagian berpendapat bahwa Imam al-Baghawi wafat pada bulan Syawal 516 H/ Desember 1122 M (menurut pendapat Yaqut al-Hamawiy dalam kitab Mu’jam al-Buldan, Ali Ayazi dalam al-Mufassirun dan Umar Ridha Kahhalah dalam Mu’jam al-Muallifin). Sedangkan sebagian yang lain menyebutkan bahwa Imam al-Baghawi wafat pada bulan Syawwal 510 H/ Februari 1117 M,(menurut pendapat Muhammad husain adz-Dzahabi dalam at-Tafsir wa al-Mufassirun). Bahkan ada yang menyebutkan tahun 551 H.
Menurut beberapa sejarawan mufassir Syekh Imam al-Baghawi wafat di Baghdad dimakamkan disamping makam gurunya al-Qadhiy Husain di pemakaman al-Thaliqaniy, Marwarrudz.
3. Pendidikan
Imam al-Baghawi memulai belajar di kampungnya Bagh dengan belajar kepada para hufadz, kemudian menjadi seorang yang ahli dalam bidang fiqh dan hadits setelah belajar kepada al-Qadli Husain.
Setelah itu, pada tahun 460 H atau ketika berusia 27 tahun, Imam al-Baghawi hijrah ke Marwarrudz. di sini, beliau mempelajari ilmu tafsir dengan membacakan kitab tafsir al-Kilaby dihadapan gurunya, Muhammad Ibn al-Hasan al-Marwarziy.
Kecintaannya terhadap ilmu, rasa antusiasnya dengan pengetahuan dan kesukaannya terhadap sunah, semua itu mendorong dirinya untuk melakukan perjalanan ke Marwarraudz, demi bertemu dengan seorang Imam yang sezaman dengannya, yaitu al-Husain bin Muhammad al-Marudzi al-Qadhi. Darinya ia belajar, mendalami dan menimba ilm
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

