Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Al-Qasim bin Isma'il bin Muhammad bin Isma'il bin Sa'id bin Aban Ad-Dabbi Al Mahaamili, Baghdadian, Syafi'i, kunya menjadi Abul-Hasan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Imam Ibnu Mahamili
1. Kelahiran
2. Wafat
3. Guru-guru beliau
4. Murid-Murid
5. Pujian Para Ulama kepada Imam Al-Mahamili
6. Karya-Karya
7. Chart Silsilah Sanad
8. Referensi
1. Kelahiran
Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Al-Qasim bin Isma'il bin Muhammad bin Isma'il bin Sa'id bin Aban Ad-Dabbi Al Mahamili atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam Ibnu Mahamili lahir pada tahun 368 H di saat Baghdad menjadi pusat studi agama untuk kekaisaran Muslim.
Di sinilah Imam Al-Mahamili belajar di bawah para ahli hukum di zamannya, duduk di Universitas pengetahuan. Keluarganya, menurut biografinya, lengkap dengan para ahli hukum, ahli tata bahasa, hakim, dan imam. Kakek dan neneknya Umm Al-Waahid sama-sama sarjana. Saudaranya, paman dari pihak ayah dan ibu, ayah, dan bahkan ibu adalah ahli hukum dan ahli hadits.
2. Wafat
Imam Al-Mahamili meninggal pada tahun 415 H.
Keluarga Ibnul Mahamili
Keluarga besar Ibnul Mahamili merupakan keluarga intelektual. Sebagian besar keluarganya menjadi pemikir, ulama dan orang-orang yang berpengetahuan.
Anak Ibnul Mahamili
Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Fadhl. Dia lahir pada tahun 400 H. Dia belajar kepada ayahnya (Ibnul Mahamili). Anak Ibnul Mahamili ini merupakan seorang faqih, pakar hadis dan tafsir. Dia meningal pada bulan Rajab tahun 477 H.
Cucu Ibnul Mahamili
Yahya bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim adh-Dhabbi al-Mahmili; Abu Thahir. Dia merupakan seorang faqih agung yang wira’i, rajin ibadah dan produktif menulis tentang ilmu fiqih. Dia tinggal di Mekah selama lebih dari 50 tahun dan wafat di sana pada bulan Jumadil Akhir tahun 528 H.
Ayah Ibnul Mahamili
Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Husein al-Baghdadi. Dia merupakan ulama pembesar mazhab syafi’i di zamannya. Dia lahir pada tahun 332 H dan wafat pada 407 H. Dia penghafal al-Quran, pakar ilmu faraidh, pakar fiqih syafi’i dan menulis kita tentang hadis. Dalam periwayatan hadis, dia termasuk orang yang jujur dan terpercaya. Salah satu karyanya adalah Tafsir an-Nabi saw.
Kakek dan Kakek Buyut Ibnul Mahamili
- Ismail bin Muhammad bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili. Dia merupakan kakek dari kakeknya Ibnul Mahamili. Dia merupakan ayah dari al-Qadhi Abu Abdullah al-Husein seorang pakar hadis terkenal.
- Al-Qasim bin Ismail bin Muhammad adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu ‘Ubaid. Dia merupakan kakek dari ayah Ibnul Mahamili. Dia lahir pada tahun 238 H dan wafat di Baghdad pada bulan Rajab tahun 323 H. Dia merupakan seorang ‘alim, pakar hadis dan periwayat hadis yang jujur dan terpercaya.
- Ahmad bin al-Qasim bin Ismail bin Muhammad adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Hasan. Dia adalah kakek Ibnul Mahamaili dari jalur ayah. Dia wafat pada tahun 337 H. Dia merupakan salah satu ulama hadis panutan.
Nenek Ibnul Mahamili
Sutaitah Amah al-Wahid Ibnatu al-Qadhi Abi Abdullah al-Husein bin Ismail al-Mahamili. Dia merupakan nenek Ibnul Mahamili. Dia wafat pada bulan Ramadhan tahun 377 H. Dia adalah ulama perempuan yang setia mengajari masyarakat tentang hukum islam, penghafal al-Quran,
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

