Al Mas'udi ulama Mesir ahli fiqih ahli tafsir islam muslim
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Laduni.ID Jakarta – Nama lengkap Abu al-Hasan bin Ali bin al-Husein bin Ali bin Abdullah al-Mas’udi al-Hadzli. Dia merupakan ulama pakar sejarah, bahkan termasuk salah satu sejarawan paling terkenal yang dimiliki umat Islam dan bangsa Arab. Para sejarawan Barat menyebutnya dengan gelar “Hadratus al-‘Arab” penjelajah Muslim tersohor abad 10 M.
Contents
Riwayat Hidup
Lahir
Lahir pada tahun 283 H/895 M.
Wafat
Wafat di kota Fustat (ibu kota lama Mesir era Islam) pada tahun 346 H/957 M.
Baca Juga : Biografi Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar
Pendidikan dan Sanad Keilmuan
Sebelum menjadi seorang ulama terkemuka, Al-Mas'udi adalah seorang murid dari sejumlah tokoh intelektual Irak kenamaan. Ia sempat berguru pada para filologi, seperti Al-Zajjaj, Ibnu Duraid, Niftawaih, dan Ibnu Anbari. Selain itu, dia juga sempat menimba ilmu pada Kashajim yang ditemuinya di Aleppo.
Al-Mas'udi juga menyukai filsafat. Buku-buku filsafat karya filosof terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Kindi, Aristoteles, Al-Farbi, dan Plato dilahapnya setiap hari. Ia pun mencatat dalam bukunya tentang pertemuannya dengan Yahya Ibnu Adi, seorang murid sang legenda: Al-Farabi. Al-Mas'udi sangat akrab dengan karya-karya kedokteran yang ditulis Galen. Ia juga suka sekali membaca karya Ptolemous tentang astronomi serta buah pikir Marinus tentang geografi. Al-Mas'udi pun tak lupa mempelajari hasil karya para astronom dan geografer Muslim terkemuka.
Al-Mas’udi juga sempat mempelajari ilmu hukum. Salah satu kebiasaannya adalah kerap menemui para ahli hukum berpengaruh dan tak lupa mempelajari hasil karyanya. Al-Subkhi menyatakan, Al-Mas'udi merupakan salah seorang murid Ibnu Suraij ulama terkemuka dari Sekolah Shafi'ie. Setiap mengunjungi sebuah negara, ia selalu menemui para ulama dan ilmuwan terkemuka di wilayah itu.
Dia berguru kepada sejumlah ulama besar lainnya. Ketika di Hammah ia berguru kepada Syaikh Asy-Syuyukh bin Izzun, dan ketika di Damaskus ia berguru kepada Abi Al-Yasr, Ibnu ‘Ilaq Ad-Dimasyqi, dan lain-lain, ketika di Kairo ia berguru kepada Taqiyuddin bin Razim, Jamaluddin bin Malik dan Rasyid Al-Athar. Guru-gurunya:
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

