Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Imam al-Baihaqi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Imam al-Baihaqi

lahir 0994 M · 28.482 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama beliau adalah Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa bin Al-Khazraujirdi Al-Khurasani Al-Baihaqi.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Imam al-Baihaqi

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Guru-Guru
  5. Murid
  6. Teladan
  7. Pujian Para Ulama Kepada Imam al-Baihaqi
  8. Karya-Karya
  9. Chart Silsilah Sanad
  10. Referensi

1. Kelahiran

Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa bin Al-Khazraujirdi Al-Khurasani Al-Baihaqi atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam al-Baihaqi lahir pada bulan Sya’ban tahun 384 Hijriah.

2. Wafat

Adz-Dzahabi mengatakan, “Setelah orang-orang mendengarkan pemaparan ilmunya yang terakhir, ia kemudian sakit dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 10 Jumadal Ula tahun 458 Hijriah. Ia dimandikan, dikafankan, dan dimasukkan ke dalam peti untuk dipindah ke Baihaq, suatu tempat yang jauhnya dari Naisabur dua hari perjalanan unta. Ia hidup selama 74 tahun.”

3. Pendidikan

Ibnu As-Subki menceritakan proses pencarian ilmu yang ia lakukan sebagai berikut, “Al-Baihaqi melakukan haji. Lalu ia menuju Baghdad. Di sana, ia berguru kepada Hilal Al-Haffar, Abu Al-Husain bin Busyran, dan segolongan ulama lain. Selain belajar kepada ulama-ulama di Baghdad, ia juga belajar kepada ulama-ulama yang ada di Mekkah, seperti Abu Abdillah bin Nazhif, dan ulama-ulama lain yang ada di Irak, Hijaz, dan Al-Jibal.

Jika dihitung, guru-gurunya lebih dari seratus orang. Hal ini tidak seperti yang dialami oleh At-Tirmidzi, An-Nasa’I, dan Ibnu Majah. Khusus dalam bidang ilmu fiqh, ia berguru kepada Nashir Al-Umairi. Ia menyusun karya-karyanya setelah menjadi ulama yang paling ‘alim di zamannya, paling cerdas, paling cepat paham, paling baik akalnya. Kitab-kitab karyanya mencapai 1000 juz. Belum ada seorang pun yang bisa menandinginya dalam menyusun karya-karya seperti yang telah dicapainya tersebut.”

4. Guru-Guru

  1. Abu Abdillah al-Hakim
  2. Abu al-Hasan Muhammad bin al-Husein al-‘Alawi
  3. Abu al-Fath Nashir bin Muhammad al-‘Umri
  4. Hilal bin Muhammad bin Ja’far al-Huffar
  5. Abu al-Husein bin Basyran
  6. ‘Ali bin Ya’qub al-Iyadi
  7. Al-Hasan bin Ahmad bin Farras
  8. Abu Abdillah bin Nadzif
  9. Al Mas'udi
  10. Janah bin Nadzir al-Qadhi
  11. Abu Bakar bi Furak
  12. Abu Ali At-Thabari
  13. Abu Abdirrahman as-Sulma
  14. Abu Sa’ad al-Malini
  15. Abu Ali ar-Rudzbari
  16. Abu Thahir bin Muhmisy
  17. Abu Bakar al-Hairi
  18. Abdullah bin Yusuf al-Ashbahani
  19. Abu Sa’id ash-Shairafi
  20. Muhammad bin Ya’qub al-Faqih
  21. Abu Nashr asy-Syairazi
  22. Al-Hasan bin Ali al-Mu’mali
  23. ‘Ali bin Ahmad bin ‘Abdan
  24. Abu Thayyib ash-Shu’luki
  25. Yahya bin Ibrahim al-Muzakki
  26. Hamzah al-Mahlabi

5. Murid-Murid

  1. Adz-Dzahabi mengatakan, “Murid-muridnya adalah
  2. Syaikh Al-Islam Abu Ismail Al-Anshari, Ismail bin Ahmad (anaknya)
  3. Abu Al-Hasan Ubaidillah bin Muhammad bin Ahmad (cucunya)
  4. Abu Zakariya Yahya bin Mandah Al-Hafizh
  5. Abu Al-Ma’ali Muhammad bin Ismail Al-Farisi
  6. Abdul Jabbar bin Muhammad Al-Khaw

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+