Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Muhammad Amin bin Abullah Koper
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Muhammad Amin bin Abullah Koper

lahir 1899 M · 25.869 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Beliau dilahirkan di kampung sepang Desa koper kecamatan kresek Kabupaten Tangerang Banten pada tahun 1899 M. berarti dua tahun setelah wafatnya syekh Nawawi At-tanara Al Bantani yang wafat di makkah al Mukarromah tahun 1897 M.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Syekh Muhammad Amin bin Abullah Koper

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Pesantren
  5. Santri-Santri
  6. Membuka Pengajian
  7. Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
  8. Menjadi Pager NU di Banten

Kelahiran

Syekh Muhammad Amin bin Abullah Koper atau yang kerap disapa dengan panggilan Buya Amin lahir pada tahun 1899 M, di kampung sepang Desa koper kecamatan kresek Kabupaten Tangerang Banten. Beliau merupakan putra dari pasangan Ki Abdullah dengan Nyai Kati.

Selain itu, beliau di lahirkan dari keluarga santri yang taat beribadah. Silsilahnya yang sampai ke syekh Ciliwulung Cakung dan Pangeran Sunyararas Tanara menjadi pertanda bahwa secara turun temurun mustika kesantrian itu melekat dalam diri Buya Amin.

Wafat

Syekh Muhammad Amin bin Abullah Koper wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal 1415 H.

Pendidikan

Buya Amin sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas dan giat belajar agama. Tercatat beliau mesantren keberbagai pesantren di Banten di antaranya ke pesantren Kadulisung Pandeglang, pesantren Pasir bedil Rangkas Bitung, Pesantren Pelamunan asuhan Syekh tohir al Falamuni Al-Bantani dan lain-lain.

Di pesantren Pelamunan ada dua santri yang bernama Amin yang keduanya adalah murid kesayangan Syekh Tohir. Dikisahkan bahwa Syekh Tohir ingin menikahkan salah seorang putrinya dengan salah seorang dari dua Amin yang sama cerdasnya ini. Dengan pandangan bathin akhirnya Syekh Tohir memilih Amin yang satunya dan membiarkan Buya Amin Koper mendirikan pesantren di Koper. Rupanya Syekh Tohir mengetahui bahwa kelak Buya Amin Koper akan sangat dibutuhkan masyarakat di daerahnya.

Sebelum mesantren ke daerah luar, Buya Amin mesantren di daerah Kresek yang banyak terdapat ulama-ulama yang mumpuni seperti Syekh Muhammad Ramli (Murid dan Sepupu Syekh Nawawi Tanara) yang kemudian di angkat menantu oleh gurunya itu. Dari pernikahan dengan putri Syekh Muhammad ramli ini Buya Amin mempunyai anak KH. Ma’ruf Amin yang kelak menjadi Rais Aam PBNU.

Selain kepada syekh Muhammad Ramli, Buya amin juga di kresek nyantri kepada syekh Misbah di Koper. Buya Amin juga murid dari Syekh Sabi’un Ranca Sumur dan Habib Husen Jakarta.

Kehausan akan ilmu pengetahuan membawa Buya Amin menuntut ilmu di kota suci Makkah Al-Mukarromah sekitar tahun 1930. Pada tahun 1936 beliau pulang dari Makkah dan menikah dengan Nyai hajah Nurjannah dari serang. Kemudian setelah menikah mendirikan pondok pesantren di Koper, Kresek.

Mendirikan Pesantren

Seperti dikisahkan sebelumnya, setelah pulang dari dari Makkah al Mukarromah dan menikah buya Amin mendirikan Pondok Pesantren di koper Kresek pada tahun 1936.

Berdatanganlah para santri dari berbagai daerah di Banten dan Jawa Barat di antaranya dari Tangerang, Bogor, serang, Karawang dan lain-lain.

Buya Amin dikenal para santri sebagai guru yang ikhlas dan tawaddu. Pancaran sinar keilmuan tergambar dari wajahnya yang penuh kesejukan.

Dikisahkan kecintaan dan kasih sayangnya kepada para santri kadang-kadang tergambar seperti melebihi cinta dan sayang untuk anak-anaknya sendiri. Tak jarang Buya memasak nasi goreng kemudian setelah matang diberikan untuk para santri. Beliau juga dikenal sangat memuliakan setiap tamu yang berkunjung ke rumahnya. Buya Busthomi Cisantri Pandeglang mengatakan setelah bertemu dengan Buya Amin: “Jiwa kerasku luluh ketika bertemu dengan Buya Amin, seorang yang alim yang ilmunya begitu tinggi ti

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+