Nasabnya bersambung kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui Sayyidina Husein ra.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier
4.2 Karya-karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Beliau bernama lengkap KH. Mufti bin Asnawi bin Bahauddin bin Ramli bin Alim bin Abdullah bin Ibrohim bin Syekh Hasan Bashri bin Fatimah binti Syekh Ciliwulung bin Raden Kenyep bin Pangeran Jaga Lautan. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui Sayyidina Husein r.a.
Beliau adalah keturunan kesepuluh dari Syekh Ciliwulung, adalah seorang penyebar agama Islam di daerah Banten Utara yang dimakamkan di Kp. Cakung Gegunung dekat Cakung Srewu. KH. Mufti bin Asnawi lahir pada tanggal 2 Januari 1935 di Kampung Cakung Bojong, bersebrangan dengan Cakung Srewu.
1.2 Wafat
Beliau wafat pada hari Sabtu 4 Syawal 1432 H bertepatan dengan tanggal 3 September 2011 jam 09:50 pagi manusia mulia ini menghadap Al-Rafiiq Al A’la di dalam lingkungan pondok pesantrennya dalam usia 76 tahun.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Mufti menikah dengan Hj. Jawariyah, putri seorang sesepuh Cakung Srewu.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Mufti bin Asnawi mengawali belajar di kampungnya hingga usia menganjak remaja. Selain kepada ayahnya beliau juga menuntut ilmu di kampung halamannya kepada Ki Pingil, Ki Ibrahim dan Ki Astari. Cakung dikenal sebagai daerah yang telah mengenal tradisi ilmu keislaman sebelum tradisi ilmu keislaman Tanara, tempat kelahiran Syekh Nawawi Al-Bantani.
Hal inilah yang menjadikan suasana kebatinan seorang Mufti remaja begitu semangat menuntut ilmu. Yakni lingkungan ilmiyah yang begitu kondusif untuk mendukung seorang anak menjadi terpacu untuk menereruskan tradisi keilmuan yang turun-temurun.
Setelah dirasa cukup umur, Ki Asnawi, seorang pedagang yang juga fasih dalam tradisi kesantrian mengirim anaknya untuk mengawali pengelanaan ilmiyah anaknya ke Pesantren Singarajan di daerah Pontang, Serang. Pesantren Singgarajan diasuh oleh Kayi Kharismatik ketika itu yang dikenal faqih dan ahli segala bidang ilmu yaitu KH. Marsyad.
Di pesantren ini KH. Mufti mengalami berbagai macam kejadian aneh di antaranya dikisahkan Syekh Ciliwulung datang bukan dalam keadaan mimpi untuk mengajar Mufti remaja kitab Matan Taqrib secara musafahah.
Semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu menjadikan KH. Mufti menghabiskan seluruh waktunya untuk mengaji. Baik mengaji bandungan di depan kayi maupun sorogan di depan santri senior. Bagi KH. Mufti kecil, banyak tidur adalah kerugian bagi seorang santri. Maka KH. Mufti hanya tidur dengan berbantalkan cumplung kelapa agar tak nyenyak. Menghafal juga adalah kegemaran KH. Mufti sejak kecil. Beberapa kitab nadzam berhasil beliau hafal dalam waktu singkat.
Santri-santri senior yang ketika mula-mula kedatangan KH. Mufti di pesantren mengajar dasar-dasar nahwu dan shorof, hanya dalam beberapa tahun berbalik menjadi orang-orang y
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

