Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Abdul Hamid Kendal
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Abdul Hamid Kendal

1915 – 1998 M · 30.285 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Abdul Hamid sang kreator kalimat Billahit taufiq wal-hidayah atau Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq yang diucapkan atau ditulis sebelum salam penutup

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1  Pengasuh Pesantren
2.2  Gemar Olahraga
2.3  Peranan di nahdlatul Ulama (NU)

3.    Sang Pencipta Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thariq
4.    Karya-Karya
5.    Chart Silsilah Sanad
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1. Lahir

KH. Ahmad Abdul Hamid lahir pada tahun 1915 di Kota Kendal, merupakan putra dari KH. Abdul Hamid. Beliau lahir pada saat di negeri ini sedang marak berdiri berbagai pergerakan dan organisasi keagamaan, sosial, ekonomi, politik dan lain-lain. Seperti Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada tahun 1905, lalu pada tahun 1906 berubah menjadi Sarikat Islam, Ormas Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912. Kemudian pada 31 Januari 1926 berdirilah Nahdlatul Ulama dan pada tahun 1928 terjadi peristiwa Sumpah Pemuda dan lain-lain.

2. Wafat
KH. Ahmad Abdul Hamid wafat pada tanggal 14 Februari 1998 bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H.

2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Pengasuh Pesantren

KH. Ahmad Abdul Hamid adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Kendal dan Imam Masjid Besar Kendal. Karena peran dan ketokohan beliau, masyarakat Kendal menyebut beliau sebagai “Bapak Kabupaten Kendal”.

2.2 Gemar Olahraga
Di masa mudanya, ketika nyantri di Pondok Kasingan Rembang yang diasuh oleh KH. Kholil Harun (guru sekaligus mertua Mbah Bisri ayah Gus Mus), beliau membentuk klub bal-balan dan posisinya adalah striker.

Jejak ketrengginasannya dalam mencetak gol dibuktikan tatkala di Kendal, pada Hari Pahlawan 1979 diadakan pertandingan antara veteran versus tim pemda. Tim veteran menang telak 5-1. Empat gol di antaranya diceploskan Kyai Ahmad, ulama yang pernah bergabung dalam Barisan Sabilillah semasa revolusi kemerdekaan.

Jangan heran jika di usia 72 tahun, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Kendal masih sanggup lari jauh dan membawa obor PON XI di Jawa Tengah. Bahkan, fotonya ketika membawa obor dimuat di harian Wawasan 9 Mei 1987, dan diberi ulasan dengan judul “KH. Achmad Abdul Hamid, Kyai yang Olahragawan.”

Karena pembawaannya yang supel, beliau banyak dekat dengan semua kalangan. Dari kyai, budayawan, para veteran perang kemerdekaan, hingga anggota klub jantung sehat, pecinta maraton, dan atlit sepakbola. Karena dekat dengan kalangan olahragawan, beliau juga diberi posisi sebagai Wakil Ketua KONI Jawa Tengah pada suatu era.

2.3 Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
Khidmah KH. Ahmad Abdul Hamid (demikian panggilannya sehari-hari) di NU dimulai dari tingkat cabang sampai PBNU. Banyak tugas penting di NU yang pernah diembannya seperti Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kendal, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (dengan Katib KH. S

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+