KH. Idris Jamsaren Ulama Nahdlatul Ulama Solo Jawa Tengah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Idris Jamsaren
- Kelahiran
- Wafat
- Pendidikan
- Guru-Guru
- Mursyid Thariqoh Syadziliyah
- Menjadi Pengasuh Pesantren
- Murid-Murid
- Chart Silsilah Sanad
Kelahiran
KH. Idris Jamsaren lahir pada tahun 1801 M. Beliau adalah putra KH. Maryani bin KH. Wirononggo II bin KH. Wirononggo I bin KH. Singo Hadiwijoyo bin KH. Tosari bin KH. Ya’kub bin KH. Ageng Kenongo.
Selain itu, KH. Idris lahir juga merupakan cucu Ulama besar dari Klaten yaitu KH. Imam Rozi pendiri Pondok Pesantren Singo Manjat dari desa Tempursari, Ngawen, Klaten.
Wafat
KH. Idris Jamsaren wafat pada usia 71 atau bertepatan pada tahun 1872. Jenazah beliau dimakamkan di Tempursari. Beliau meninggalkan Pondok Pesantren Singo Manjat, yang kemudian diteruskan oleh menantunya, KH. Zaid.
Baca juga: Safari Religi dan Berdoa di Makam KH. Idris Jamsaren Solo
Pendidikan
Sejak kecil KH. Idris Jamsaren belajar agama kepada ayahnya, KH. Maryani, kemudian ayahnya menitipkannya untuk belajar kepada KH. Rifai. Setelah selesai berguru kepada KH. Rifai, beliau melanjutkan pendidikanya dengan berguru kepada KH. Abdul Jalil Kalioso bersama dengan teman-temannya, diantaranya KH. Mojo (Penasihat Pangeran Diponegoro) dan KH. Imam Rozi. Dan kemudian beliau menghabiskan pendidikannya dengan belajar kepada ulama-ulama di Mekkah.
Guru-Guru
Selama belajar di Mekkah, beliau telah belajar kebanyak guru diantaranya:
- KH. Shaleh Darat
- seorang ulama yang ahli tafir yang belajar ke Mekah pada Syekh Ahmad Zaini Dahlan
- Seorang ulama besar ahli fikih dan mufti madzhab Syafi’i di Masjid al-Haram serta penulis banyak kitab fikih, yaitu Syekh Muhammad al-Muqri
- Syekh Muhammad Sulaiman Hasbullah
- Syekh Shalih az-Zawawi (mursyid Tarekat Naqsabandiyah)
- Syekh Ahmad Nawawi
- Syekh Zahid
- Syekh Umar asy-Syani
- Syekh Yusuf Masri
- Syekh Jamal, mufti madzhab Hanafi di Mekah
Mursyid Thariqoh Syadziliyah
KH. Idris Jamsaren adalah seorang mursyid Thariqoh Syadziliyah. Thariqoh Syadziliyah sendiri muncul di Pulau Jawa baru pada abad 19, ketika para santri Jawa yang sebelumnya belajar di Mekkah dan Madinah kembali pulang ke tanah air.
KH. Idris Jamsaren termasuk generasi awal pembawa Thariqoh Syadziliyah di tanah Jawa bersama Syekh Ahmad Nahrawi Muhtaram Al-Banyumasi ulama Haramain yang berasal dari Banyumas. Mereka berdua mendapatkan ijazah kemursyidanya dari Syekh Shalih seorang mufti Madzab Hanafi di Mekkah.
KH. Idris Jamsaren menurunkan ijazah kemursyidanya kepada keponakannya sendiri dan juga pengasuh pesantren
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

