Ka’ab bin Ujrah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari golongan Anshar yang dipuji oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Sahabat Ka’ab bin Ujrah
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Kisah-kisah
2.1 Memeluk Islam
3. Keistimewaan
3.1 Turun Ayat Al-Qur'an Tentang Keadaan Ka'ab bin Ujrah
4. Jumlah Hadis Ka'ab bin Ujrah
6. Referensi
Ka’ab bin Ujrah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari golongan Anshar yang dipuji oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Tidak diketahui secara pasti tanggal, bulan, tahun kelahirannya Ka’ab bin Ujrah karena minimnya sumber informasi.
1.2 Wafat
Ka’ab bin Ujrah wafat pada tahun 52 hijriyah di Madinah dalam usia 75 atau 77, dengan tangan yang putus dalam sebuah jihad fisabilillah.
2. Kisah-kisah
2.1 Memeluk Islam
Sebagaimana masyarakat Arab pada waktu itu, Ka’ab bin Ujrah juga menyembah berhala, beliau memiliki berhala yang sangat beliau muliakan dan selalu diusap-usap. Udadah adalah salah satu teman baik dari Ka’ab bin Ujrah yang ikut dalam Bai’at Aqabah. Ubadah tidak ingin temannya itu berlarut-larut dalam menyembah berhala, kemudian Ubadah bin Shamit agar temannya itu mendapat kebaikan hakiki dengan memeluk Islam, sehingga beliau berusaha mendakwahinya agar memeluk Islam, sayang Ka’ab bin Ujrah menolak.
Ubadah bin Shamit merupakan seorang yang tidak pantang menyerah dalam mendakwahi temannya Ka’ab bin Ujrah agar memeluk Islam. Pada suatu hari ketika Ka’ab bin Ujrah keluar dari rumahnya, secara diam-diam Ubadah masuk di rumahnya dengan membawa kapak dan menghancurkan berhalanya.
Ketika Ka’ab bin Ujrah tiba di rumahnya dan melihat berhala kesayangannya hancur, beliau pun berkata, “Siapa yang telah melakukan ini?” orang-orang di sekelilingnya pun menjawab, “Ubadah bin Shamit”.
Ka’ab bin Ujrah pun keluar rumah dalam keadaan emosi untuk menemui Ubadah bin Shamit. Namun beliau berfikir dengan hatinya bahwa yang dilakukan temannya itu adalah benar maka kemudian beliau mengikrarkan keislamannya.
3. Keistimewaan
3.1 Turun Ayat Tentang Keadaan Ka’ab bin Ujrah
Allah SWT telah menurunkan satu ayat Al-Qur’an tentang keadaan sakit Ka’ab bin Ujrah. Peristiwa itu terjadi ketika kaum muslimin bersama Nabi Muhammad SAW sedang berihram untuk menunaikan ibadah umrah. Namun, kaum musyrikin menghalang-halangi untuk menuntaskan niat kaum muslimin.
Ka’ab bin Ujrah berkata, “Waktu itu, aku bersama Nabi Muhammad SAW di Hudaibiyah dalam keadaan berihram. Sementara kaum musyrikin menghalangi kaum muslimin untuk menyempurkan ibadah umrah. Saat itu aku punya rambut yang panjang dan kutu-kutu di rambutku berjatuhan di wajahku. Lalu Rasulullah SAW berjalan melewatiku, kemudian beliau bersabda, ‘Apakah kutu-kutu di kepalamu menyakitimu?’ ‘Benar’. Maka, beli
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

