Biografi Nabi Muhammad SAW

 
Biografi Nabi Muhammad SAW
Sumber Gambar: Foto ist

Daftar Isi Profil Nabi Muhammad SAW

  1. Riwayat Hidup dan Keluarga
  2. Memiliki Gelar Al Amin 
  3. Wahyu Pertama Nabi Muhammad Saw
  4. Panglima Perang yang Bersahaja
  5. Penerus Nabi Muhammad Saw

Riwayat Hidup dan Keluarga

Detik-Detik Kelahiran Rasulullah Saw

Al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-Syafi’i di kitabnya An-Ni’matul Kubraa ‘Alal ‘Aalam hal. 61 telah menyebutkan: Bahwa sesungguhnya pada bulan kesembilan kehamilan Sayyidah Aminah (bulan Rabi’ul Awwal), saat hari-hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad sudah semakin dekat, Allah SWT semakin melimpahkan berbagai macam anugerahnya kepada Sayyidah Aminah, mulai malam tanggal satu hingga malam tanggal 12 Bulan Rabi’ul Awwal malam kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad SAW;

Pada malam tanggal 1 Allah SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kepada Sayyidah Aminah, sehingga Beliau merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam tanggal 2 datang seruan berita gembira kepadanya bahwa sebentar lagi dirinya akan mendapati anugerah agung yang luar biasa dari Allah SWT.

Pada malam tanggal 3 datang seruan memanggil kepadanya ”Wahai Aminah, sudah dekat saatnya Engkau akan melahirkan Nabi Agung Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah SWT”.

Pada malam tanggal 4 Sayyidah Aminah mendengar beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan sangat jelas sekali.

Pada malam tanggal 5 Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabiyyullah Ibrahim AS Khalilullah.

Pada malam tanggal 6 Sayyidah Aminah melihat cahaya Rasulullah SAW memenuhi segala penjuru alam semesta.

Pada malam tanggal 7 Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira, sehingga kebahagiaan dan kedamaiannya semakin memuncak.

Pada malam tanggal 8 Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut sangat jelas mengumandangkan.”Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat saat kelahiran Nabi Agung Kekasih Allah SWT Pencipta alam semesta”.

Pada malam tanggal 9 Allah SWT semakin mengucurkan limpahan Belas Kasih Sayangnya kepada Sayyidah Aminah, sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah atau sakit dalam diri dan jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam tanggal 10 Sayyidah Aminah melihat tanah Khoif dan Mina ikut bergembira ria menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW .

Pada malam tanggal 11 Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Maka, pada malam 12 Bulan Rabi’ul Awwal, langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun, saat itu Sayyid Abdul Muthalib sedang bermunajat kepada Allah SWT di sekitar Ka’bah, dan Sayyidah Aminah sendirian di rumah, tanpa ada seorangpun yang menemaninya, tiba-tiba Beliau Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah, dan perlahanan-lahan muncul empat wanita yang sangat anggun nan cantik jelita dan diliputi cahaya yang memancar berkemilauan serta semerbak harum wewangian memenuhi seluruh ruangan. Tiba-tiba wanita pertama datang dan berkata kepada Sayyidah Aminah;

”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung junjungan alam semesta Baginda Nabi Muhammad SAW. Kenalilah olehmu sesungguhnya aku ini adalah Hawwa’ Ibunda seluruh umat manusia. Aku diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu…. Kemudian Ibu Hawwa’ duduk di samping kanan Sayyidah Aminah. Dan mendekat lagi wanita yang kedua kepada Sayyidah Aminah untuk menyampaikan kabar gembira kepadanya;

”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Baginda Nabi Muhammad SAW, seorang Nabi Agung yang dianugerahi Allah SWT kesucian yang sempurna pada diri dan kepribadiannya. Nabi Agung yang ilmunya sebagai sumber seluruh ilmunya para Nabi dan para kekasihnya Allah SWT. Nabi Agung yang cahayanya meliputi seluruh alam. Dan ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku ini adalah Sarah istri Nabiyyullah Ibrahim As, aku diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu.”

Kemudian Sayyidah Sarah duduk di sebelah kiri Sayyidah Aminah. Maka, wanita ketigapun kemudian mendekat dan menyampaikan berita gembira kepadanya;

”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung Baginda Nabi Muhammad SAW Kekasih Allah SWT yang paling agung, dan insan sempurna yang paling utama mendapati pujian dari Allah SWT dan dari seluruh makhuk-Nya. Perlu engkau ketahui sesungguhnya aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu”.

Kemudian sayyidah Asiyah binti Muzahim tersebut duduk di belakang Sayyidah Aminah. Sejenak Sayyidah Aminah semakin kagum, karena wanita yang ke empat adalah lebih anggun berwibawa dan memiliki kecantikan luar biasa. Kemudian mendekat kepada Sayyidah Aminah untuk menyampaikan kabar gembira;

”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung Baginda Nabi Muhammad SAW yang dianugerahi Allah SWT berbagai macam mukjizat yang sangat agung dan sangat luar biasa, Beliaulah junjungan seluruh penghuni langit dan bumi, hanya untuk Beliau semata segala bentuk Sholawat (Rahmat Ta’dhim) Allah SWT dan Salam Sejahtera-Nya yang sempurna. Ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku adalah Maryam Ibunda Nabiyyullah Isa AS. Kami semua ditugaskan Allah SWT untuk menemanimu demi menyambut kehadiran Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Kemudian Sayyidah Maryam Ibunda Nabiyyullah Isa AS duduk mendekatkan diri di depan Sayyidah Aminah. Maka, keempat wanita suci mulia nan agung di sisi Allah SWT tersebut kemudian merapat dan mengelilingi diri Ibunda Rasulullah Muhammad SAW Sayyidah Aminah Binti Wahab, sehingga Ibunda Rasulullah SAW semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan dalam jiwanya. Kebahagiaan dan keindahan yang dialami oleh Ibunda Rasulullah SAW saat itu, tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Dan peristiwa demi peristiwa yang sangat agung, semakin Allah SWT limpahkan demi penghormatan besar kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Keajaiban berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya saling berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puja puji dan tasbih kepada Allah SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda-beda. Detik berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh Beliau berbagai macam bintang-bintang di angkasa raya yang sangat indah berkilauan yang saling berterbangan di langit ke segenap penjuru angkasa yang sangat cerah dipenuhi cahaya. Maka, detik berikutnya adalah Allah SWT perintahkan kepada Malaikat Ridlwan penjaga sorga agar mengomando semua bidadari sorga supaya berdandan rapi cantik jelita dan memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutera dengan bermahkotakan emas, intan permata yang gemerlapan dan menebarkan wewangian sorga yang harum semerbak ke segala arah demi menyambut kedatangan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, Allah SWT limpahkan mandat khusus kepada Malaikat Jibril AS untuk mengemban tugas agung dalam momen yang paling agung dan bersejarah bagi seluruh makhluk Allah SWT, Firman Allah SWT kepadanya;

يا جبريل صف راح الأرواح في أقداح الشراب يا جبربل انشر سجادات القرب والوصال لصاحب النور والرفعة والإتصال يا جبريل مر مالكا أن يغلق أبواب النيران يا جبريل قل لرضوان أن يفتح أبواب الجنان يا جبريل البس حلة الرضوان يا جبريل اهبط إلى الأرض بالملائكة الصافين والمقربين والكروبيين والحافين يا جبريل ناد في السموات والأرض في طولها والعرض قد آن أوان اجتماع المحب بالمحبوب والطالب بالمطلوب

Yang artinya kurang lebih; “Hai Jibril, serukanlah kepada seluruh arwah suci para Nabi, para Rasul dan para Wali agar berkumpul berbaris rapi menyambut kedatangan Nabi Agung Muhammad SAW. Hai Jibril, bentangkanlah hamparan kemuliaan dan keagungan derajat Al-Qurb dan Al-Wishal kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang memiliki Nur dan Maqam luhur di Sisi-Ku. Hai Jibril, perintahkanlah kepada Malik agar menutup semua pintu neraka. Hai Jibril, perintahkanlah kepada Ridlwan agar membuka seluruh pintu sorga. Hai Jibril, pakailah olehmu Hullah Ar-Ridlwan (pakaian khusus yang diliputi Keridloan-Ku) demi menyambut Kekasih-Ku Nabi Agung Muhammad SAW. Hai Jibril, turunlah ke bumi dengan membawa seluruh pasukan malaikat, para Malaikat Muqarrabin, para Malaikat Karubiyyin, para Malaikat yang selalu mengelilingi ‘Arasy, suruh mereka semua turun ke bumi dan berbaris rapi demi memuliakan dan mengagungkan kedatangan Kekasih-Ku Nabi Agung Muhammad SAW. Hai Jibril, kumandangkanlah seruan di seluruh penjuru langit hingga lapis ke tujuh dan di segenap penjuru bumi hingga lapisan paling dalam, beritakan kepada seluruh makhluk-Ku bahwa sesungguhnya Sekarang telah tiba saatnya kedatangan Nabi akhir zaman, Nabi Agung kekasih Allah SWT, Baginda Nabi Muhammad SAW.

Kemudian seketika itu pula Malaikat Jibril AS secepat kilat langsung melaksanakan seluruh mandat khusus dan agung dari Allah SWT tersebut. Serentak Beliau bawa seluruh pasukan malaikat turun ke bumi hingga memenuhi seluruh gunung-gunung Makkah dan berbaris rapi meliputi seluruh tanah suci Makkah. Sayap-sayap mereka terlihat laksana mega-mega putih berkilauan memenuhi angkasa. Dan saat itu pula seluruh hewan-hewan yang ada di segenap penjuru di bumi, di lautan dan di angkasa bersuka cita demi menyambut kedatangan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Ibunda Rasulullah SAW Sayyidah Aminah berkata; Saat itu pula, dengan ijin Allah SWT, bisa terlihat jelas olehku gedung-gedung yang ada di Syiria dan Palestina. Aku juga melihat tiga pilar bendera yang dibawa oleh para malaikat. Yang satu ditancapkan di jagad timur, yang satu ditancapkan di jagad barat dan yang satunya lagi di atas Ka’bah Baitullah. Dalam keadaan yang dipenuhi oleh misteri segala keajaiban yang sedemikian rupa, seketika pula datang serombongan burung-burung bercahaya yang indah memenuhi ruanganku, datang silih berganti.

Paruh dan sayapnya adalah berupa mutiara zamrud dan yaqut yang indah sekali. Burung-burung tersebut menebarkan berbagai macam mutiara dan permata yang beraneka ragam indahnya di ruanganku. Setelah itu mereka serentak memanjatkan puja puji dan tasbih kepada Allah SWT. Dan aku lihat pula para malaikat datang bergerombolan dan silih berganti sambil membawa mabkharah (tempat dupa) berupa emas merah dan emas putih yang berisikan dupa-dupa wewangian sorga yang semerbak harum baunya memenuhi seluruh jagad raya, sambil bergemuruh suara mereka mengucapkan sholawat dan salam kepada Nabi Agung Rasulullah Muhammad SAW. Seketika itu pula aku lihat bulan terbelah di atasku laksana qubah, dan bintang-bintang gemerlapan berjajar rapi di atas kepalaku laksana mata rantai emas intan permata.

Dan tiba-tiba telah ada di sisiku secangkir minuman putih bening melebihi susu. Seketika aku meminumnya, dan terasa nikmat sekali, kelezatan manisnya melebihi gula dan madu, dan kesejukkannya melebihi salju (es). Maka seketika lepaslah segala dahagaku. Sangat terasa nikmat, segar dan lezat sekali yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Seketika cahaya yang luar biasa meliputi diriku. Kemudian, datanglah burung putih berkilauan cahaya mendekati dan mengusapkan sayapnya pada diriku. Saat itulah tanda-tanda kelahiran mulai aku rasakan dan aku bersandar pada para wanita yang ada di sekelilingku. Seketika lahirlah Nabi Agung akhir zaman, Kekasih Allah SWT yang sempurna, Rasulullah Muhammad SAW, dan saya tidak melihat kecuali hanya sinar cahaya yang sangat agung. Tidak lama kemudian, aku melihat putraku (Rasulullah Muhammad SAW) telah berada di sampingku terselimuti dengan sutera putih di atas hamparan sutera hijau dalam keadaan sujud mengiba ke hadirat Allah SWT dengan mengangkat jari telunjuknya. Dan saya mendengar Beliau Rasulullah SAW mengucapkan ;

ألله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا

”Allah Maha Besar dengan segala Keagungan-Nya, Segala Puji bagi Allah atas segala anugerah-Nya, Maha Suci Allah kekal abadi selama-lamanya”

Pada saat itulah semakin memuncak kegembiraan seluruh penghuni alam semesta. Para Malaikat, Para Nabi, Para Wali, Para bidadari sorga, seluruh makhluk-makhluk Allah SWT yang ada di daratan, di lautan di angkasa dan bahkan bumi, laut, udara, bintang-bintang, bulan, matahari, langit, kursiy dan Arasy, seluruhnya benar-benar meluapkan kegembiraan dan memuncakkan Sholawat Ta’dhim kepada Kekasih Allah SWT, Nabi Akhir Zaman, Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Dan bahkan Ka’bah Baitullah ikut bergetar selama 3 hari berturut-turut karena bahagia dan bangga menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Maulid Ad-diba’iy Lil Imam Abdur Rahman Ad-Diba’iy hal 192 dan 193 :

فاهتز العرش طربا واستبشارا وازداد الكرسي هيبة ووقارا وامتلأت السموات أنوارا وضجت الملائكة تهليلا وتمجيدا واستغفارا

Yang artinya kurang lebih; “Sesungguhnya (pada saat kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW), ‘Arasy seketika gentar hebat luar biasa meluapkan kebahagiaan dan kegembiraannya, dan Kursiy juga semakin tambah kewibawaan dan keagungannya, dan seluruh langit dipenuhi cahaya yang bersinar terang dan para malaikat seluruhnya serentak bergemuruh memanjatkan tahlil, tamjid dan istighfar kepada Allah SWT dengan mengucapkan;

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أستغفر الله

Yang artinya kurang lebih; “Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, saya beristighfar (memohon ampun) kepada Allah SWT..”

Sesungguhnya dengan keagungan Beliau Baginda Rasulullah Muhammad SAW di sisi Allah SWT, maka Allah SWT telah memerintahkan kepada para malaikat-Nya yang agung yakni Malaikat Jibril, Malaikat Muqarrabin, Malaikat Karubiyyin, Malaikat yang selalu mengelilingi Arasy dan lainnya agar serentak berdiri pada saat detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW dengan memanjatkan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar kepada Allah SWT.

Semua fenomena keajaiban-keajaiban agung yang terjadi pada saat detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW yang diwujudkan oleh Allah SWT, semata-mata hanya menunjukkan kepada semua makhluk-makhluknya Allah SWT bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW adalah makhluk yang paling dicintai-Nya, makhluk yang paling agung dan mulia derajatnya di sisi-Nya.

Dan riwayat-riwayat semua yang tersebutkan di atas, bukan sekedar cerita belaka, namun telah kami nukil data-datanya dari kitab-kitab para ulama ahlussunnah waljama’ah yang sangat akurat dan otentik. Diantaranya adalah Kitab Al-Hawi Lil Fatawi yang dikarang oleh Al-Imam Asy-Syaikh Jalaluddin Abdur Rahman As-Suyuthi yang telah mengarang tidak kurang dari 600 kitab yang dijadikan marja’ (pedoman) bagi para ulama ahlussunnah waljama’ah dalam penetapan hukum-hukum syariat Islam. Bahkan para ulama ahlussunnah waljama’ah telah sepakat menjuluki Beliau dengan gelar ‘Jalaaluddiin’ yakni sebagai pilar keagungan agama Islam.

Bukan hanya dari kitab Beliau saja kami menukil, namun juga dari kitab-kitab para ulama ahlussunnah waljama’ah lainnya yang juga telah disepakati dan dijadikan sebagai sumber pedoman oleh para ulama. Di antaranya adalah:

  • Kitab Dalailun Nubuwwah Lil Imam Al-Baihaqi
  • Kitab Dalailun Nubuwwah Lil Imam Abu Na’im Al-Ashfahaniy
  • Kitab An-Ni’matul Kubra ‘Alal ‘Aalam Lil Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami
  • Kitab Sabiilul Iddikar Lil Imam Quthbul Ghouts Wad-Da’wah Wal-Irsyad Al-Habib Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad
  • Kitab Al-Ghurar Lil Imam Al-Habib Muhammad bin Ali bin Alawiy Khird Ba Alawiy Al-Husainiy
  • Kitab Asy-Syifa’ Lil Imam Al-Qadli ‘Iyadl Abul Faidl Al-Yahshabiy
  • Kitab As-Siirah An-Nabawiyyah Lil Imam As-Sayyid Asy-Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan Al-Hasaniy
  • Kitab Hujjatullah ‘Alal ‘Aalamin Lis Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhaniy…dan kitab-kitab lainya yang mu’tamad dan mu’tabar (diakui dan dijadikan pedoman oleh para ulama).

Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah di Makkah. Beliau merupakan putera dari Abdullah bin 'Abdul Muthalib yang berprofesi sebagai pedagang, sedangkan ibunya bernama Aminah binti Wahb.

Dari garis keturunan sang ayah, beliau merupakan keturunan Bani Hasyim, pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan Kakbah. Silsilah sang Nabi juga sampai pada Nabi Ibrahim AS.

Rasulullah terlahir sebagai anak yatim. Sebab, sang ayah meninggal dua bulan sebelum kelahirannya saat sedang melakukan perjalanan dagang. Ketika masih kanak-kanak, sang ibu wafat karena sakit. Beliau akhirnya diasuh oleh sang kakek, Abdul Muthalib.

Setelah dua tahun dibesarkan, giliran kakeknya yang menyusul wafat karena usia renta, sehingga Nabi Muhammad kemudian dirawat oleh pamannya, Abu Thalib. Sejak belia, beliau menggembala kambing, kemudian mengikuti jejak sang paman sebagai pedagang

Masa Kecil Nabi Muhammad Saw

Sudah menjadi kebiasaan wanita arab menyusukan anaknya apabila ibunya dalam keadaan sakit, demikian halnya dengan Muhammad SAW bin Abdullah, beliau disusukan kpd seorang wanita yang tinggal di suatu desa di pinggiran Kota Mekkah tepatnya di Desa Bani Sa’ad. Wanita yang mulia itu brnama Halimatus Sa’diyah. Dalam sirah Nabawiyah juga di jelaskan bahwa wanita yang juga menyusui Nabi Muhammad adalah Tsuwaibah, seorang hamba sahaya Abu Lahab yg juga sedang kebetulan menyusui anaknya yg bernama Masruh. Selama 4 tahun Muhammad SAW dlm asuhan Halimah, dan ketika berumur 5 tahun, barulah ia diasuh oleh ibunya sendiri.

Pada saat Muhammad SAW berusia 4 tahun terjadilah sesuatu hal yang menakjubkan. Yaitu, Jibril membelah dada Nabi Muhammad SAW lalu hatinya dibersihkan dgn air zam-zam. Setelah peristiwa itu, Muhammad SAW di bawa pulang ke Mekkah oleh Ummu Aiman & diserahkan kepada kakeknya Abdul Mutholib. Dgn penuh perasaan dan kasih sayang di dalam sanubari terhadap cucunya yang kini yatim piatu semakin terpupuk. Abdul Mutholib tidak ingin cucunya hidup sebatang kara, bahkan dia lebih mengutamakan cucunya dari pada anak-anaknya. Hanya 2 tahun diasuh oleh kakek Nabi Muhammad SAW yang pada saat itu beliau berusia 8 tahun di tinggal wafat kakeknya dalam usia 80 tahun. Disitulah Nabi Muhammad SAW menangis saat mengantarkan jenazah kakeknya. Sbelum kakeknya meninggal, Abdul Mutholib pernah berwasiat agar Nabi Muhammad SAW diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Tholib. Maka atas wasiat itu, Abu Tholib pun merawat Nabi Muhammad SAW. Dia melindungi dan membimbingnya ke jalan yang baik, sekalipun dia bukan orang kaya. Tapi sering ia berdagang ke Syam. Hingga berumur 40 tahun Nabi Muhammad SAW berada dalam penjagaan AbuTholib.

Suatu hari, saat Nabi Muhammad SAW telah berusia 12 tahun, ia ikut serta pamannya untuk berdagang ke Syam. Sesampainya di Kota Basrah, Abu Tholib bertemu dengan pendeta kristen bernama Bahiro atau Buhairoh yang nama aslinya Jurjis.Pendeta itu memperhatikan keadaan Muhammad SAW, maka Bahiroh mengerti bahwa Muhammad SAW itu yang disebut-sebut dalam kitab Injil dan Taurat. Abu Tholib diberi nasehat agar segera kembali saja ke Mekkah & memelihara Muhammad SAW sebaik-baiknya, karena ia memiliki ciri-ciri seorang nabi yang di tunggu-tunggu. Dan pada suatu hari nanti, pasti ada kaum yang memusuhinya. Maka setelah sampai di Syam. Ia segera kembali ke Mekkah sekalipun mendapatkan untung yang sedikit dari hasil dagangannya. Abu Tholib berbesar hati atas keterangan pendeta Nasrani itu, karena Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam adalah yang disebut-sebut dalam kitab-kitab sebelumnya.

Istri Nabi Muhammad Saw

1. Khadijah binti Khuwailid
2. Saudah binti Zam'ah bin Qois
3. Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq
4. Hafshah binti Umar bin Khatab
5. Zainab binti Khuzaimah
6. Ummu Salamah
7. Zainab binti Jahsy bin Rabab
8. Juwairiyah binti Al-Harits
9. Ummu Habibah binti Abi Sufyan
10. Sahfiyah binti Huyai bin Akhtab
11. Mariyah Al-Qibtiyah
12. Raihanah binti Zaid Al-Quradziyah
13. Maimunah binti Al-Harits.

Anak Nabi Muhammad Saw

1. Qasim
2. Abdullah
3. Zainab
4. Ruqayah
5. Ummu Kultsum
6. Fatimah
7. Ibrahim.

Wafat Nabi Muhammad Saw

Pada 29 Shafar tahun 11 Hijriah, Nabi Muhammad SAW mengalami sakit parah. Mengetahui ajalnya semakin dekat, beliau berwasiat kepada para sahabat untuk bertakwa kepada Allah SWT.

Rasulullah bersabda, “Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT karena aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini.”

Nabi Muhammad adalah manusia yang mulia, hingga malaikat maut tidak kuasa untuk mencabut nyawanya. “Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan. Jika tidak, saya akan pulang.”

Rasulullah tetap memilih untuk bertemu dengan Penciptanya. Pada akhirnya Nabi Muhammad wafat di usia 63 tahun pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 11 H atau 8 Juni 632 M.

Memiliki Gelar Al Amin 

Jauh sebelum menjadi rasul, Nabi Muhammad telah menunjukkan kualitasnya sebagai manusia berakhlak mulia. Para penduduk Makkah menyematkan gelar Al Amin atau orang yang dapat dipercaya atas kepribadiannya.

Dalam buku Manajemen Bisnis Syariah tulisan Ali Hasan, Nabi Muhammad digambarkan sangat baik dan jujur. Beliau selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangannya sesuai dengan kualitas yang diminta pelanggan.

Wahyu Pertama Nabi Muhammad Saw

Pada suatu hari, Rasulullah SAW bermimpi Malaikat Jibril datang menemuinya. Beliau kemudian menyendiri di Gua Hira untuk merenung.

Saat itulah Jibril datang menyampaikan wahyu Allah untuk Nabi Muhammad SAW. Wahyu tersebut tertera dalam surah Al-Alaq ayat 1-4 yang artinya:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang mengajar (manusia) dengan merantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq, ayat 1-4).

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 ramadhan 611 M. Kala itu usia Nabi Muhammad genap 40 tahun 6 bulan 12 hari. Sejak saat itu, beliau mengemban misi untuk membawa kabar gembira (bashiran) dan peringatan (nadhiran) kepada umat manusia.

Panglima Perang yang Bersahaja

Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam menghadapi banyak penolakan sampai terjadinya peperangan. Dalam setiap peperangan, beliau selalu tampil sebagai panglima yang perkasa namun bersahaja. Ini karena Rasulullah selalu memegang teguh apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

Seperti disebutkan dalam surah al-Baqarah ayat 190, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Perang Badar merupakan salah satu pertempuran terbesar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah. Dikutip dari Muhammad Zulfahnur Hilmi Rahmadani dalam Pengaruh Perang Badar Terhadap Eksistensi Kaum Muslim Di Madinah (2 H / 624 M), setelah kemenangan umat Islam di Perang Badar, posisi Rasulullah semakin diperhitungkan dan sangat dihormati.

Selain itu, ghanimah (harta rampasan perang) yang didapatkan juga sangat membantu sistem perekonomian kaum Muslim di Madinah. Dengan berkembangnya stabilitas politik dan ekonomi, dakwah Rasulullah untuk menyebarkan agama Islam pun makin mudah dilaksanakan.

Pada umur 40 tahun Rasulullah SAW menerima wahyu pertamanya, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5. Pada saat ini beliau diangkat menjadi Rasul yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu Allah kepada umatnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 ramadhan 611 M. Selanjutnya, beliau meneruskan tugasnya untuk menyampaikan ajaran agama Islam sampai akhir hayatnya.

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-Hajr: 94).

Penerus Nabi Muhammad Saw

  1. Zaid bin Tsabit
  2. Abdullah bin Abbas
  3. Abdullah bin Umar
  4. Utsman bin Affan
  5. Umar bin Khattab
  6. Ali bin Abu Thalib
  7. Abdullah bin Mas'ud

Sumber: Sanad Ulama Nahdlatul Ulama 

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya