Sejak kecil KH. Irfan sangat menyukai dalam bidang keilmuan. Beliau mulai belajar mengaji sejak dari usia kecil. Kyai Ismail (Bapak Kyai Ahmad Thohir), Kyai Abdul Karim Ulama kampung Petekan, Kyai Abdul Manan (Bapak Kyai H. Abu Chair) kampung Sarean dan Kyai Barnawi adalah Ulama yang mulai mendidik dan mengajarkan berbagai ilmu agama.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi KH. Irfan bin Musa ( Pendiri Pesantren APIK Kaliwungu Kendal)
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Irfan lahir pada tahun 1859 di Kota Kaliwungu, putra dari Pasangan Kyai Musa dan Ibu Khodijah. Beliau adalah anak ke 19 dari 20 bersaudara.
1.2 Riwayat Keluarga
Dalam pernikahannya KH. Irfan bin Musa dikaruniai dua puluh putra dan putri, yaitu :
- KH. Abdul aziz
- Iqyanah
- Fityani
- Fityanah
- Humaidyani
- Hamdan
- Hamdanah
- Muhammad Kholish
- Ashfiya
- Syifa’
- Maryam
- Ahmad Dum
- Humaidun
- Humaidullah
- Ubaidullah
- Humaida’
- Humaidatun
- Ubaidullah
- Ibadullah
- Ibadiyah
1.3 Nasab
KH. Irfan bin Musa masih keturunan dari Prabu Brawijaya ke V dengan silsilah sebagai berikut:
- Prabu Brawijaya V Bhre Kertabhumi
- Bondan Kejawan atau Lembu Peteng
- Kyai Ageng Getas Pandawa
- Kyai Ageng Selo
- Kyai Ageng Enis
- Kyai Ageng Pemanahan
- Panembahan Senopati Mataram
- Kyai Jewo Seto
- Kyai Qomaruddin
- Kyai Ma’arif
- Kyai Abdul Baqi
- Kyai Musa
- KH. Irfan
1.4 Wafat
KH. Irfan bin Musa Ahad kliwon setelah Dzuhur tanggal 13 Romadlon 1349 H/ 1 Februari 1931 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Kaliwungu Kendal.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Sejak kecil KH. Irfan sangat menyukai dalam bidang keilmuan. Beliau mulai belajar mengaji sejak dari usia kecil. Kyai Ismail (Bapak Kyai Ahmad Thohir), Kyai Abdul Karim Ulama kampung Petekan, Kyai Abdul Manan (Bapak Kyai H. Abu Chair) kampung Sarean dan Kyai Barnawi adalah Ulama yang mulai mendidik dan mengajarkan berbagai ilmu agama.
Disaat menginjak usia 15 tahun beliau berangkat ke Makkah. Di Makkah beliau belajar mengaji berbagai kitab dari para ulama masyhur disana selama lima belas tahun lamanya dan berkesempatan menunaikan ibadah haji setiap tahunnya selama bermukim di sana.
Nama-nama ulama yang mengajarnya antara lain Syekh Muhtarom Nahrowi, dan Syekh Mahfudz bin Abdullah At-Tarmasy. Kisah perjalanan KH. Irfan saat menimba ilmu di tanah suci, di sana Mbah Irfan bertemu dengan Kiai Kamali dari Kempek, Cirebon, yang tak lain adalah ayah dari KH Idris Kamali, menantu Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Beliau berteman baik dengan Kiai Kamali hingga sepulang dari Makkah beliau mengantarkan Idris Kamali kecil untuk menimba ilmu kepada KH. Irfan.
“Kiai Idris Kamali kelahiran Makkah sekitar tahun 1885-an, Kiai Kamali pulang (dari Makkah) ke Kempek, Cirebon kemudian mendengar bahwa Mbah Irfan membuat pesantren akhirnya putra beliau (Kyai Idris Kamali) diutus untuk mondok ke KH. Irfan,” jelas kiai lulusan Lirboyo itu.
Pengasuh Pesantren APIK tersebut menjelaskan, bahwa KH. Irfan pada ma
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

